KOMISI IV DPR RI : CADANGAN BERAS 6 BULAN DI BULOG SRAGEN MASIH BAGUS

Sragen – Ketua Komisi IV DPR RI, Edy Prabowo, M.M., M.BA mengatakan bahwa kondisi cadangan beras selama enam bulan kedepan di Gudang Bulog Sragen masih bagus. Hal ini disampaikannya pada saat mengunjungi Gudang Bulog Sragen yang merupakan rangkaian acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI di Provinsi Jawa Tengah, Selasa (06/02)

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, S.E, Anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Bulog, Kepala Perum Bulog serta perwakilan kelompok Petani Kab Sragen.

Edy Prabowo mengatakan, bahwa tujuan kunjungan kerja rombongan Komisi IV untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan maupun cadangan beras yang ada di Gudang Bulog Sragen.

“Kami beserta rombongan ingin melihat dan memastikan langsung kondisi mengenai ketersediaan dan kualitas beras yang ada di gudang Bulog Sragen, khususnya Provinsi Jawa Tengah,” ungkap Edy Prabowo dalam pidatonya.

“Bulog tidak mengenal beras bekas, karena Bulog mempunyai batas waktu penyimpanan beras yakni maksimal selama 6 bulan. Oleh karena itu, Bulog menjadi benteng terakhir cadangan pangan masyarakat” imbuhnya.

Terkait pengelolaan, dia menyakini Bulog memiliki kekuatan manajemen yang bagus. Bahkan, kualitas beras Bulog semakin lama makin baik meskipun di beberapa daerah yang harus mendapat perhatian khusus karena berasnya kurang baik.

Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan kepada Ketua Komisi IV DPR RI bahwa Sragen menolak import beras karena saat ini Pemkab Sragen sedang gencar dalam revitalisasi dibidang Pertanian.

“Saat ini di Sragen sedang giat – giatnya melakukan revitalisasi dibidang Pertanian. Bahwa kami Pemkab Sragen dan para Petani, dengan tegas menolak adanya import beras,” Ujar Wakil Bupati.

“Sragen menduduki peringkat ke-2 se Jawa Tengah sebagai Penyangga Pangan Nasional. Namun, saat ini lahan pertanian di Sragen telah berkurang karena adanya proyek nasional pembangunan jalan tol Solo – Kertosono yaitu berkurang seluas 220 Hektar,” lanjutnya.

Karena adanya proyek tersebut, Wakil Bupati berharap ada kompensasi dari pemerintah pusat, agar produksi tetap meningkat dan target produktifitas pertanian tidak mengalami penurunan. (Humas)

Semarang – Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadi narasumber dalam acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 dengan tema “Kemandirian Masyarakat Mewujudkan Jawa Tengah Lebih Sehat” di Hotel Patra Jasa, Kota Semarang, pagi tadi, Selasa (06/02).

Acara tesebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, Kepala DKK se-provinsi Jawa Tengah, Direktur Utama RS Daerah dan Swasta, Pejabat Struktural di lingkungan Dinkes Prov dan UPT, Kepala Bidang Yankes SDK Dinas, Kepala Bidang Kesmas Dinkes dan Kepala Labkesda Provinsi dan Kab/Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan 5 poin Isu Kesehatan yang ada di Kab Sragen.

Akselarasi Penurunan AKI dan AKB

Terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kab Sragen, Bupati Sragen menyampaikan “dalam 2 tahun terakhir telah mengalami penurunan yang signifikan, sehingga pada tahun ini ditargetkan jumlah AKI/AKB di Kab Sragen maksimal 5 kasus”.

Oleh karena itu, Bupati berupaya dalam hal : Peningkatan SDM, Pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh Kades dan Bidan Desa, Optimalisasi Puskesmas PONED dan RS PONEK, serta Penggalangan komitmen dengan tujuan untuk menurunkan AKI dan AKB di Kab Sragen.

Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

“Di Sragen telah diterbitkan Surat Edaran tentang kewajiban adanya buah dalam snack pada setiap ada pertemuan di Instansi Pemerintah, Gerakan bersepeda setiap hari jumat untuk seluruh ASN Kab Sragen, Larangan merokok di OPD/Instansi, Pospindu di OPD dan masyarakat, serta melakukan kegiatan deteksi dini kanker leher rahim & payudara bagi ASN, TNI dan POLRI”, terang Bupati.

ODF 2018

Disampaikan lebih lanjut, “Tahun ini Kabupaten Sragen menargetkan Bebas ODF dengan mengalokasikan dana desa untuk pengadaan jamban minimal 25 jamban di setiap desa yang ada di Kab Sragen, Bansos jamban bagi KK miskin melalui APBD Kab Sragen dan kami berkomitmen untuk menghadiri deklarasi ODF di setiap kecamatan”.

Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Dalam upaya pengoptimalan pelayanan kesehatan masyarakat, Bupati menyatakan memberi dukungan pelaksanaan akreditasi puskesmas dan rumah sakit Kab Sragen. Selain itu juga meningkatkan pembangunan / rehabilitasi beserta pemenuhan sarana prasarana puskesmas dan rumah sakit serta memberikan arahan kepada SDM kesehatan agar selalu meningkatkan kinerja mereka. Dan dukungan kampanye imunisasi, hingga Bupati mendapat penghargaan sebagai tokoh yang telah berjasa dalam pelaksanaan Imunisasi Measles Rubella (MR) tahun 2017 di Provinsi Jawa Tengah oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat, Bupati menyampaikan memberikan alokasi dana desa untuk operasional warga peduli AIDS sebesar Rp. 2.000.000,- perdesa. Dan mengoptimalkan fungsi kader posyandu dalam pendampingan ibu hamil risti.

Bupati berharap agar seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, dapat bersama-sama mewujudkan hidup sehat dengan mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang di mulai dari hal-hal kecil.

Sebagaimana diketahui, bahwa Bupati dan Wakil Bupati Sragen selalu berupaya untuk mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan di Kab Sragen. (Humas)