MENTAN YAKIN DENGAN PENGGUNAAN ALSINTAN LEBIH EFISIEN DAN PRODUKSI BERAS DI INDONESIA SURPLUS

Sragen – Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman panen raya padi di Kabpaten Sragen, yang dilaksanakan di Candi Baru, Plumbungan, Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (24/1/2018).
Di hadapan petani, Mentan menyampaikan optimistis stock beras di Indonesia surplus. “Pertanian kita sekarang sudah membaik capaian kita selama 2 tahun ini 2016-2017 sudah tidak impor beras, berarti produksi beras kita meningkat, yang artinya surplus, bahkan tahun ini kita sudah ekspor”.
Dengan lahan pertanian seluas 300 ribu hektar, bisa menghasilan kurang lebih 900 ribu ton beras, atau sekitar 1,8 juta ton gabah.”Kebutuhan seperti ini surplus karena kebutuhan hanya 260 ribu ton. Tugas kita menyerap bersama bulog 2,2 juta ton sampai bulan juni.”katanya.
“Selama ini dalam sejarah tidak ada asuransi pertanian, tapi sekarang dengan adanya asuransi pertanian, presiden Jokowi tidak ingin rakyatnya rugi”, Ujarnya.
Mentan yakin dengan penggunaan teknologi pertanian akan lebih efisien dalam pengelolaan lahan pertanian, yaitu dulu panen 1 hektar memakan waktu yang lama dan tenaga yang banyak.
“sekarang telah ada perubahan dalam pengelolaan pertanian dari pusat sampai daerah, telah banyak alat mesin pertanian sehingga saat panen lebih efisien waktu dan tenaga”, ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sragen merupakan penyangga pangan nasional, di Jawa Tengah nomor 2 setelah Kabupaten Cilacap.
Wakil Bupati juga menyampaikan kepada Mentan bahwa lahan pertanian di Sragen telah berkurang karena adanya proyek nasional pembangunan jalan tol.
“Lahan pertanian kami yang berada di lahan irigasi teknis sudah berkurang seluas 220 hektar untuk pembangunan jalan tol, sehingga mengurangi hasil produksi pertanian, oleh karena itu kami berharap ada kompensasi dari pemerintah pusat, agar produksi tetap meningkat dan target produktifitas pertanian tidak mengalami penurunan”, ujarnya
Disampaikan lebih lanjut, “dengan adanya sinergitas antara Pemkab. Sragen dengan jajaran Forkompimda selama ini maka serapan gabah oleh Bulog berjalan dengan baik”,
Begitu juga pada tahun 2018 yakin bisa optimal dan target serapan gabah yang telah ditetapkan akan terpenuhi.
Diakkhir sambutannya, Wakil Bupati sampaikan dengan tegas menolak impor beras, karena akan berimbas pada anjloknya harga gabah dan merugikan petani lokal. ”Kami tegaskan bahwa Sragen menolak kebijakan impor beras, apalagi ini sudah memasuki masa panen,”pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian memberikan Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN) kepada para kelompok pertanian di Kabupaten Sragen diantaranya Mesin Traktor, Mesin Combi Perontok padi dan pompa air.