SAYA ANAK SMK N I MIRI BERJANJI TIDAK AKAN MENGKONSUMSI NARKOBA, TIDAK MELAKUKAN SEKS BEBAS ….

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga mengunjungi SMK Negeri 1 Miri dalam kegiatan Tilik Kembang Desa (TKD), Kamis (18/1/2018)

Sebelum memberikan pengarahan kepada para guru dan siswa disekolah tersebut Bupati memantau para siswa yang melakukan praktek sekolah yaitu praktek desain bangunan, ketrampilan otomotif kendaraan ringan, pengelasan, animasi. Saat di labolatorium desain bangunan, bupati meminta untuk membuat desain kantor balai desa dengan ciri khas Kabupaten Sragen agar berbeda dengan daearah lain, bupati memberikan waktu selama 2 minggu.

Dalam pengarahannya bupati sampaikan, Pemkab. Sragen berkomitmen memerangi narkoba dan minuman keras, sehingga jangan coba-coba mengkonsumsi narkoba dan minuman keras”.

Pada sesi dialog salah satu siswa Risky Saputra bertanya kepada Bupati, “bagaimana upaya pemerintah Kabupaten Sragen untuk menciptakan lapangan pekerjaan, karena banyak orang yang mengganggur ?

Untuk menciptakan lapangan pekerjaan, dengan cara menarik para investor agar mau menanamkan modalnya di Kabupaten Sragen, saat ini sudah banyak investor yang akan menanamkan modalnya. Mengadakan kerjasama dengan berbagai negara untuk mengadakan pelatihan gratis, setelah lulus akan ditempatkan di tempat yang teknis sesuai dengn skil yang dimiliki, jelas Bupati.

Sementara itu, Istanti siswa kelas 10, menanyakan perihal banyak anak-anak yang putus sekolah bagaimana tanggapan pemkab Sragen ? “ angka putus sekolah di Sragen tidak tinggi tetapi ada, cenderung meningkat, ini bukan akibat tidak ada biaya, tetapi banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah pernikahan dini. Sehingga untuk menganggapi tersebut dengan pendidikan karakter perlu dibenahi”, terang Bupati.

Sebelum acara diakhir, Bupati meminta kepada para siswa untuk berjanji, Saya Anak SMK I Miri berjanji tidak akan mengkonsumsi Narkoba, tidak melakukan seks bebas dan tidak merokok. Secara serempak dan tanpa paksaan kalimat tersebut diucapkan oleh ribuan siswa sekolah tersebut dengan lantang dan tegas