Jangan Puas hanya dengan Penghargaan Adiwiyata Nasional harus ditingkatkan menjadi Adiwiyata Mandiri

Sragen – Kegiatan Tilik Kembang Desa (TKD) kembali dilaksanakan, kali ini dilakukan di Desa Jeruk, kecamatan Miri, Kamis ( 18/1/2018)

Lokasi yang dikunjungi oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang pertama kali adalah SMPN 1 Miri, dihalaman sekolah tersebut Bupati memberikan pengarahan kepada para Guru dan siswa.

Saat ini SMP N I Sragen telah memperoleh Adiwiyata Nasioanl. Bupati berharap, Jangan hanya sampai Adiwiyata Tingkat nasional, tetapi harus ditingkatkan untuk memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri,

“Narkoba, barang yang berbahaya karena akan memberikan dampak ketergantungan yaitu tidak nyaman jika tidak menggunakannya”, ujar Bupati

Harus hati-hati jika ada orang yang menawarkan obat-obatan tersebut kepada kalian, dengan mengatakan “tidak”, lanjut Bupati

Bupati juga mengimbau kepada para guru agar mengecek isi tas para siswanya secara berkala untuk memastikan ada tidaknya narkoba dilingkungan sekolah.

Sementara itu, saat berkunjung di SD negeri 1 Girimargo, Bupati berdialog dengan para murid dengan menanyakan apa yang ada di museum Sangiran.

Bupati jelaskan, kita pergi ke Sangiran untuk belajar sejarah fosil manusia dan hewan purba, sehingga dapat mengetahui sejarah purbakala, yaitu ada fosil gajah, badak, kudanil, kera, buaya, sapi, banteng, babi, harimau dan rusa yang paling banyak, kerang, penyu, dan ikan hiu.

Untuk memperoleh Adiwiyata Nasional harus dengan cara menjaga lingkungan dan tanaman yaitu membuang sampah pada tempatnya masing-masing yaitu organik, anorganik dan tempat sampah untuk kaca dan kaleng, jelas Bupati.

SD Negeri 1 Girimargo telah menjadi juara 1 Adiwiyata tingkat propinsi, saat ini ditunjuk untuk mewakili Jawa Tengah dalam memperoleh Adiwiyata Nasional.

“Dalam persiapan tersebut ada kendala yaitu kurangnya saluran air, sumber air dan taman”, ungkap Samin Kepala Sekolah SD N 1 Girimargo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sragen memberikan bantuan untuk mewujudkan hal tersebut sebesar Rp. 50 juta dari dana BKK pada tahun anggaran Tahun 2018, untuk pembuatan sumber air dalam dan penataan sekolah untuk menunjang Adiwiyata Nasional.