PERGANTIAN TAHUN BARU 2018 DI KABUPATEN SRAGEN DITANDAI DENGAN PEMUKULAN LESUNG

Sragen – Perayaan pergantian Tahun Baru 2018 di Kabupaten Sragen diselenggarakan dengan sangat sederhana, berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, dan juga mungkin berbeda dengan daerah kabupaten/kota lainnya, yang biasanya ditandai dengan menyalakan kembang api.

Di Kabupaten Sragen proses pergantian tahun Baru ditandai dengan pemukulan lesung secara bersama-sama di Alun-alun Sasono Langen Putro oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Sekda Sragen dan jajarannya serta Forkompimda yang disaksikan oleh puluhan ribu masyarakat Sragen yang memadati tempat tersebut hingga jalan Raya Sukowati. Senin (1/1/2018).

Proses pergantian tahun baru 2018 di Sragen diawali dengan Pengajian akbar di Rumah Dinas Bupati Sragen yang dihadiri oleh ribuan masyarakat di Kabupaten Sragen, dengan menghadirkan Ustadz KH. Fauzi Arkan dari Salatiga. Hiburan musik dangdut dan ketoprak di Alun-alun.

Dalam sambutannya Bupati Sragen menyampaikan, “berbagai perayaan tahun baru biasanya diikuti dengan kegiatan-kegiatan yang kadangkala hanya bersifat hura-hura semata, tetapi ini realita yang harus kita hadapi bersama”.

“Bahwa seluruh komponen warga yang ada dibangsa ini ataupun yang ada di Kabupaten Sragen tidak sama, kita terdiri dari beberapa kelompok, sehingga apabila ada yang menginginkan perayaan tahun baru dengan musik dangdut kita sediakan, dan jika yang menginginkan pengajian juga kita selenggarakan”, terangnya

Dijelaskan Bupati, “Pemkab Sragen mengambil keputusan yang berbeda ditahun yang baru dengan memberikan makna yang lain.Kita melakukan instropeksi diri bersama sekaligus berdoa untuk menatap kedepan Kabupaten Sragen yang lebih baik”.

“Lazimnya ada kembang api yang dipancarkan pada pukul 24.00, tapi kali ini Sragen mengambil hal yang berbeda, kita akan memukul lesung Bareng-bareng. Disamping kita tidak lupa akan akar budaya, kita bersama-sama melestarikan budaya tradional yang ada”, ujarnya.

“Nyalakan kembang api juga tidak ada salahnya, tapi tahu ini kita ingin yang berbeda, dengan memukul lesung bareng-bareng sehingga gema lesung ini berkumandang di Kabupaetn Sragen dan menandai proses pergantian tahun dari tahun 2017 ke 2018”, katanya.

Beberapa visi dan misi yang dicanangkan bersama, Bupati mengakui di Tahun 2017 belum bisa terwujud seluruhnya, antara lain infrastruktur yang dibangun belum bisa seluruhnya terwujud, pengentasan kemiskinan yang menjadi PR bersama dan pendidikan yang belum memiliki prestasi yang membanggakan. Bupati Sragen akan mengejar semua itu ditahun 2018. (Humas)