Revitalisasi Pasar Kota Sragen untuk kenyamanan pedagang dan meningkatkan daya beli masyarakat

Sragen – Pasar kota Kabupaten Sragen bakal direvitalisasi pada tahun 2018 dengan konsep yang baru, untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Sragen dan para pedagang dipasar tersebut.

Rapat koordinasi antara pemerintah Kabupaten Sragen dengan para pedagang pasar kota dan shopping dilaksanakan di Gedung Kartini Sragen yang dihadiri oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Selasa ( 19/12/2017) untuk menyerap masukan sekaligus sosialiasi kepada ratusan pedagang yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut Bupati sampaikan, dengan adanya tol Solo-Kertosono, Semua orang yang keluar ingin lewat jalur kota, “ingin melihat apa yang ada di kota, kalau sragen dalam keadaan macet kemudian tidak ada yang dilihat, maka akan lewat tol” ujar Bupati

Jika melihat pasar kota yang seperti sekarang ini, maka tidak akan ada yang mau mampir untuk sekerdar belanja, karena sudah macet, parkir yang semrawut dan bentuk bangunan yang tidak menunjang.

Untuk menarik daya beli masyarakat maka Bupati Sragen merencanakan pasar kota dan shopping untuk dibongkar, tanpa membuat para pedagang merasa resah dengan konsep yang baru.

“Kalau kita mau menata pasar dan pedagang dengan melibatkan paguyuban, saling koordinasi maka tidak akan ada kendala yang penting tujuannya sama” ujar Bupati

Bupati katakan, menata itu untuk memenuhi keinginan warga Sragen, mengambil orang luar yang turun di exit sidoharjo agar mau mampir pasar, karena letaknya yang strategis semua pusat bisnis ada disana sepanjang jalan raya sukowati

Bupati berharap, apapun yang dilakukan oleh pemerintah kita harus terus terang kepada para pedagang apa yang akan dibangun, untuk kepentingan para pedagang agar pendapatnya meningkat begitu juga PAD bisa meningkat.

“Konsep pasar kota kedepannya harus bagus, tampak depan tanpa melupakan bahwa kita ini orang jawa yaitu ada seni jawanya, kita punya sangiran maka akan ada gading gajahnya, para pedagang ditata dengan parkir dilantai atas, agar barang-barang dibagian lantai atas juga laku begitu juga di bagian bawah” terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan konsep revitalisasi pasar kota yaitu 20 tahun kedepan untuk menghindari terjadinya ketidakharmonisan antara pemerintah dengan pedagang,

Bupati berharap, setiap tahapan paguyuban dilibatkan sebelum mengambil keputusan, dengan guyub rukun, koordinasi dan rapat bersama, berharap para pedagang untuk mendukungnya agar program tersebut dapat terlaksana. Karena tanpa adanya dukungan yang baik dari pedagang, dana berapapun yang diberikan mustahil bisa dibangun (Humas)