Pilkades Serentak di Kabupaten Sragen berjalan kondusif dan lancar

SRAGEN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Sragen telah selesai dilaksanakan Rabu (5/12/2017) sore.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Sragen Suharyanto menyampaikan, “beberapa desa sangat antusias dengan pelaksanaan pilkades. Namun ada juga masyarakat yang tidak antusias ikut memilih”.

Berdasarkan data dari Pemerintahan desa, terdapat 10 Desa di 8 Kecamatan se Kabupaten Sragen dengan total 90 TPS yang melaksanakan Pilkades. Jumlah Total pemilih hak pilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) 41.829 orang. Total warga yang hadir dan menggunakan hak pilih yakni 31.351 orang baik suara Sah maupun tidak sah. Sedangkan yang tidak hadir yakni 10.478 orang. Secara presentase tingkat kehadiran pilkades 2017 adalah 74,95 persen.

”Untuk yang rendah karena penduduk yang punya hak sedang merantau tidak pulang seperti di kedungupit. Antusias pemilih rendah yang lain karena calon berpasangan dengan istri atau dengan anak, sehingga warga yang boro tidak perlu pulang karena yang jadi sudah jelas. Seperti Desa Ngrombo dan Girimargo,” lanjut Suharyanto.

”Karena antusias masyarakat ingin mewujudkan kedaulatan rakyat melalui pesta demokrasi, mereka ingin ada perubahan dan kemajuan desanya kedepan,” ujarnya.

Sedangkan untuk desa dengan antusias tinggi seperti desa Jetak dan desa Doyong karena masyarakat ingin berpartisipasi. Partisipasi warga yang memiliki hak pilih bahkan lebih dari 80 persen.

Suharyanto menyampaikan, “bahkan soal pilkades, sebagian perantau memilih pulang ke desanya. Alasannya pun bermacam-macam, seperti mendukung keluarga yang mencalonkan dan sebagainya. ”Yang jelas pilkades serentak di Sragen 2017 ini telah di laksanakan sesuai ketentuan peraturan yang ada, sehingga berjalan lancar”.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan “pelaksanaan berjalan lancar. Dia berharap pihak yang menang maupun yang kalah tetap menjaga kondusifitas. ”Setelah berakhir ini, baik yang menang maupun yang kalah sama-sama membangun desanya tidak ada permusuhan”. (Humas)