RESMIKAN SENTRA PKL MASARAN, BUPATI YUNI PESAN KEPADA PEDAGANG BERSAING DENGAN SEHAT

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) berbasis kawasan yang berada di Lapangan Masaran, Sabtu (28/12/2019) siang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, dilanjutkan peninjauan kios oleh Bupati Yuni.

Sentra PKL ini memiliki 36 kios yang menjual aneka macam makanan – minuman dan souvenir, dengan fasilitas kamar mandi, tempat parkir yang luas, meja hingga penerangan.

Sebelumnya, lokasi berjualan para PKL ini berada di trotoar jalan sehingga memberi kesan pintu masuk Sragen terlihat kurang rapi dan bersih.

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sragen, Un Sugihartono mengatakan pembangunan sentra PKL ini untuk memfasilitasi penataan lokasi dan promosi pedagang skala mikro informasi / PKL. Selain itu juga untuk mendukung dan memacu penumbuhan usaha PKL dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah.

“Memberikan kepastian lokasi usaha bagi PKL, memenuhi ketersediaan sarana prasarana yang layak,” jelas Un Sugihartono.

Pihaknya juga mengatakan kawasan Sentra PKL ini dibatasi hanya sebagai usaha PKL yang bergerak di sektor kuliner dan souvenir, dengan harapan dapat menumbuhkan UKM yang ada di Kabupaten Sragen.

Untuk sewa penggunaan Sentra PKL Masaran ini gratis, pedagang hanya perlu menjaga kebersihan dan patungan membayar listrik dan air.

Sementara, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati pasca menandatangani prasasti berpesan kepada pedagang yang membuka usahanya di PKL ini untuk selalu menjaga kebersihan.

“Benar-benar dijaga kebersihannya, Semoga para pengunjung yang mau makan disini akan semakin banyak, jadi tidak boleh kotor harus ada tempat sampah di setiap kios,” pesan Bupati Yuni.

Tak hanya itu, Bupati berharap para pedagang sebaiknya mampu menjaga mutu dan kualitas dagangan serta menonjolkan Icon Sragen, melayani pembeli dengan ramah dan senyum serta memberikan harga yang wajar kepada pengunjung.

“Agar pembeli merasa puas dan akhirnya akan kembali ke sentra kuliner dan souvenir Masaran,” harap Bupati.

Bupati juga meminta kepada pedagang untuk bersaing secara sehat dan selalu guyub rukun.

“Sama-sama menjual mie tapi setiap masakan pasti kan beda rasanya, sama-sama mencari rezeki yang baik,” tutur Bupati Yuni.

“Sekarang bisa diperbaiki dengan adanya Sentra PKL ada ruang publik baru sehingga semakin banyak yang datang. Ini juga bisa menjadi rest area, dekat dengan masjid dan sudah ada tempat makannya,” lanjutnya.

Dinas terkait dan camat diminta Bupati agar turut mengembangkan sentra kuliner dan souvenir untuk dapat menyemarakan destinasi wisata kuliner ini.

Dengan adanya Sentra PKL ini akan membuat pintu masuk Kabupaten Sragen tertata rapi dan diharapkan ekonomi masyarakat akan meningkat.(MY_HUMAS)