BUPATI YUNI PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI GURU, HUT KE-74 PGRI DAN KE-48 KORPRI

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional, HUT PGRI ke-74, dan Hari Ulang Tahun ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2019 yang dilaksanakan di Alun – Alun Sasono Langen Putro Sragen, Jumat (29/11/2019).

Upacara juga diikuti Wakil Bupati Dedy Endriyatno, jajaran Forkopimda, ASN, PKK, Dharma Wanita, persit, bhayangkari, ormas, hingga pelajar.

Mengawali amanatnya, atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Sragen Bupati Sragen Yuni mengucapkan selamat Hari Guru Nasional, Hari Ulang Tahun kepada segenap keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta HUT ke – 48 Korpri.

Bupati Yuni dalam amanatnya membacakan sambutan diantaranya sambutan dari Presiden RI Joko Widodo HUT ke-48 Korpri dan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim.

Dalam isi amanatnya, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh abdi negara dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi guna memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air.

“Tidak ada lagi kerja rutinitas, birokrasi harus berubah! Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” pesan Presiden.

Presiden juga mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi.

“Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi,” terangnya.

Sementara pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengajak para guru untuk membuat perubahan dalam mengajar ke murid-muridnya. Salah satunya dengan mengajak muridnya berdiskusi bukan hanya mendengar.

Menurutnya, birokrasi, tugas administratif menumpuk dan beratnya kurikulum, menjadi kendala bagi guru untuk berkreasi.

“Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas,” jelas Menteri Nadiem pada isi amanatnya.

“Berikan kesempatan murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam murid yang kurang percaya diri, tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan,” ajak Nadiem.

Menanggapi isi amanat yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, Bupati Yuni setuju dan mendukung. Salah satunya sistem belajar dengan mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya.

“Saya setuju dan kami mendukung, anak itu memang tidak melulu di dalam ruangan diamanapun mereka harus bisa belajar dan guru-guru di Sragen harus bisa berinovasi untuk itu,” terang Bupati.

Bupati Yuni ingin para guru harus aktif dalam mengajar serta melibatkan siswa-siswi dalam kegiatan di sekolah.

“Jangan hanya diminta begini begitu tapi mereka harus menjadi inisiatornya, outing class penting lah,” tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua Korpri Sragen sekaligus Sekertaris Daerah Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan point yang harus dilakukan para anggota Korpri.

“Kalau kita mencermati langsung amanat yang disampaikan dan apa yang ada di AD ART baik Korpri, guru ini kita harus tetap mengedepankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, inilah yang harus tetap menjadi tugas, menjaga semangat mereka agar tetap terjaga seterusnya,” pungkasnya.

Rangkaian HUT Ke – 48 Korpri tingkat Kabupaten Sragen ini, diawali Donor Darah (27/11), Upacara peringatan HUT ke – 48 KORPRI (29/11), Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (29/11), Anjangsana ASN yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soehadi Projonegoro Sragen(29/11) dan puncak rangkaian diselenggarakan jalan sehat yang menghadirkan penyanyi campursari The Godfather of Broken Heart Didi Kempot (30/11). (MY_HUMAS)