MALAM RESEPSI KENEGARAAN HUT KE – 74 REPUBLIK INDONESIA TINGKAT KAB. SRAGEN

SRAGEN – Malam Resepsi Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74 tingkat Kabupaten Sragen digelar, Rabu (28/8) malam.

Resepsi kali ini ada nuansa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena digelar di Halaman Pendopo Sumonegaran Rumdin Bupati Sragen, dengan tujuan agar masyarakat umum turut menyemarakkan puncak rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74.

Hadir pada malam resepsi tersebut, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Dedy Endriyatno, jajaran Forkopimda beserta istri, Kepala OPD, Kabag / Kabid, Paskibraka 2019, ASN, Anggota TNI – POLRI dan ratusan masyarakat.

Berbagai hiburan ditampilkan, salah satunya menghadirkan penyanyi ibu Kota Inka Christie untuk menjamu para tamu-tamu yang hadir.

Dalam kesempatan ini, Bupati Sragen Yuni Sukowati mengatakan, pelaksanaan peringatan HUT RI ke-74 terasa berbeda dari tahun lalu dikarenakan kedua pucuk pimpinan Sragen Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan ibadah haji.

“Tugas-tugas yang seharusnya saya dan pak Wakil lakukan dilimpahkan ke jajaran Forkopimda Kabupaten Sragen, saya mengucapkan banyak terimakasih, juga kepada seluruh elemen yang telah mengawal semua hingga berjalan dengan sesuai rencana, ” ujar Bupati Yuni.

Ia juga menjelaskan meskipun berada jauh dari tanah air dan dalam kondisi yang terbatas dirinya bersama para jamaah haji melaksanakan Refleksi Malam HUT Kemerdekaan tanggal 16 Agustus dan melaksanakan tasyakuran sederhana.

Pada kesempatan itu, Bupati Yuni juga menyinggung adanya ancaman hal-hal yang mengenai ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan perlu diwaspadai.

“Presiden mengingatkan bahwa saat ini kita berada dalam dunia baru yang jauh berbeda dengan era sebelumnya dimana globalisasi terus mengalami pendalaman dan semakin dipermudah adanya revolusi industri jilid ke-4 dan arus komunikasi serta interaksi yang semakin mudah dan terbuka,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Yuni menyampaikan, kondisi demikian pada satu sisi membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia namun pada sisi yang lain kita perlu waspada kemungkinan adanya ancaman bagi ideologi Pancasila, ancaman bagi NKRI, ancaman bagi tradisi dan budaya serta kearifan lokal bangsa.

Pada resepsi tersebut juga dilakukan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba-lomba 17 an yang telah dilaksanakan sejak Juli hingga Agustus. (MY_HUMAS)