258 NARAPIDANA LP KELAS II A DAPAT REMISI HUT KE – 74 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

SRAGEN – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 74 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 285 narapidana di LP Kelas II A Sragen mendapat remisi, dan delapan diantaranya langsung bebas.

Putusan remisi secara simbolis diserahkan Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat menghadiri acara Penyampaian Remisi Bagi Narapidana, Sabtu (17/08/2019)siang bertempat di Aula LP Kelas II A Sragen.

Remisi bebas langsung ini bervariasi diantaranya remisi 5 bulan, 3 bulan dan remisi satu bulan.

Kepala Lapas II A Sragen Yosef Yembise menerangkan syarat narapidana mendapatkan remisi terutama ialah berkelakuan baik. Berkelakuan baik ditandai tidak melakukan pelanggaran selama mengikuti pembinaan.

Selain berkelakuan baik, syarat administrasi seperti mempunyai surat-surat harus dipenuhi pengajuan remisi.

“Jadi ingat syarat remisi bukan dari harus membayar, tidak ada saya tekankan tidak ada pungli, itu bertentangan dengan zona integritas zona Lapas Sragen,” terangnya.

Para penerima remisi langsung diberikan SK dari pusat. Proses penilaian sendiri melalui tim pengamat pemasyarakatan lapas dimana Lapas Sragen menilai dikirim ke pusat dan dikembalikan ke Sragen.

Yusef juga mengatakan tahun ini hampir di seluruh lembaga permasyarakatan di Indonesia menerima remisi.

“Kami sangat selektif, kita juga membuka akses informasi kepada masyarakat untuk bisa menanyakan kenapa saudara yang bersangkutan bisa dapat remisi atau tidak. Langsung kita layani di ruang posko remisi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto di kesempatannya mengatakan remisi diberikan bagi narapidana dan anak dan untuk sementara harus menjalani pidana di lembaga permasyarakatan atau lembaga pembinaan khusus anak maupun rumah tahanan negara.

“Pemberian remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu remisi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku,” ujar Sekda Tatag.

Memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.

Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan bermasyarakat agar selalu patuh dan taat pada hukum atau norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada Tuhan maha pencipta maupun kepada sesama manusia. (MY_HUMAS)