PROGRAM KB CAPAI 78%, BUPATI : SUMBANGSIH SRAGEN UNTUK INDONESIA

SRAGEN – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXVI dan Hari Lanjut Usia (HLUN) XXIII tahun 2019 Kabupaten Sragen serta Pencanangan Kampung KB Dk. Kalidoro digelar di Lapangan Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kamis (04/07/2019).

Melalui tema “Hari Keluarga, Hari Kita Semua” dan Slogan “Cinta Keluarga, Cinta Terencana” diharapkan dapat mendekatkan serta meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kepala DP2KBP3A Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi, Kepala IPKB Prov. Jawa Tengah Heru Sanyoto, Sekretaris BKKBN Prov. Jawa Tengah Drs. Erna Sulistiyowati, Jajaran Forkopimda Sragen, Kepala DP2KBP3A Sragen dr. Djoko Sugeng Pudjianto, Ketua TP PKK Sragen Ny. Retna Susanti, Muspika Mondokan, Lurah/Kades se-Kecamatan Mondokan dan masyarakat setempat.

Kepala DP2KBP3A Sragen dr. Djoko Sugeng Pudjianto dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil dalam rangka Ketahanan keluarga.

“Kedua meningkatkan peran serta lansia dalam pembangunan agar lansia tidak diposisikan sebagai obyek tapi bisa diposisikan sebagai subyek,” jelasnya.

Sekretaris BKKBN Prov. Jawa Tengah Drs. Erna Sulistiyowati menyampaikan saat ini program KB di Kabupaten Sragen sudah mencapai 78 %.

Untuk itu ia menitip pesan kepada para orang tua yang mempunyai anak remaja putra / putri agar menikah di usia produktif.

“Tunda sampai usia 20 tahun ke atas, baru menikah karena kesehatan reproduksi baru siap ditempeli janin kalau usianya di atas 20 tahun sehingga mereka akan melahirkan generasi penerus yang sehat sehat,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, Kepala DP2KBP3A Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi mengajak wanita yang tinggal di Desa agar lebih produktif untuk meningkatkan perekonomian dengan program pendampingan usaha yang modern.

“Kita juga akan bentuk forum anak di Desa agar memperdayakan kampung KB yang ramah anak atau gayeng Kampung KB dengan memberikan sosialisasi kepada warga agar mengetahui bahwa kampung KB juga bisa memberikan motivasi untuk meningkatkan perekonomian.” pungkasnya.

Sementara Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersyukur karena program KB di Kab. Sragen sudah mencapai 78%, menurutnya ini adalah prestasi yang luar biasa dan sumbangsih dari Sragen untuk Indonesia.

“Dengan ini berarti kita konsisten untuk melaksanakan program KB untuk kesejahteraan. Karena sejatinya KB itu untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan kita semua,” jelas Bupati.

Bupati berharap kepada para bapak untuk berperan serta mengikuti program KB karena ada beberapa ibu-ibu yang alergi terhadap obat.

“IUD (KB Spiral), implan itu semua benda dimasukkan kedalam tubuh perempuan. Kadang ada rejection untuk beberapa perempuan,” jelas Bupati.

“Nah ini bapak – bapak harusnya mengambil alih peran tersebut,” imbuh Bupati.

Acara diawali dengan peragakan aneka dolanan rakyat asli Indonesia yang diperagakan oleh siswa siswa dan jajaran Forkopimda Sragen, senam lansia, peninjauan stand dagang UPPKS 20 Kecamatan, pelantikan IP KB (Ikatan Pengurus KB Cabang Sragen) dan dilanjutkan penyerahan simbolis bantuan sembako, serta sepeda motor untuk operasional anggota IP KB yang berjumlah 52 motor.

Rangkaian acara diakhiri dengan peresmian Kampung KB Dk. Kalidoro Ds. Kedawung oleh Bupati Sragen didampingi Kepala DP2KBP3A Sragen dr. Djoko Sugeng Pudjianto, Muspika Mondokan dan kader kesehatan setempat. (MY_HUMAS)