HADIRI HALAL BI HALAL, BUPATI PESAN ASN JADI AGEN PERUBAHAN

SRAGEN – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kab. Sragen laksanakan acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan di Gor Diponegoro Sragen, Kamis, (13/6/2019).

Turur hadir Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,S.E., Unsur Forkopimda, Sekda Sragen, Jajaran Kepala OPD, TNI-POLRI-ASN, PGRI, dan BUMD se-Kab. Sragen.

Mengusung tema “Dengan Halal Bi Halal Kita Eratkan Tali Silaturahmi dan Semangat Guyub Rukun Antar ASN, PGRI dan BUMD Kab. Sragen” diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi sehingga dapat mencapai Kabupaten Sragen yang guyub rukun.

Inti Halal Bi Halal ini disampaikan melalui tausiyah oleh penceramah KH. Muh Fauzi Arkan,M.Ag serta alunan rebana Santri Jabalkat.

Diawal sambutannya, Bupati mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan, jalin silaturahmi sekaligus menciptakan kondisi persatuan.

“Hari ini momen yang tepat, untuk kita saling instropeksi diri, saling memaafkan. Sragen Guyub Rukun, Insya Allah Sragen menjadi lebih baik, maju dan berprestasi.” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati menyampaikan dalam kurung dua waktu ini akan menuntaskan visi dan misi secara bertahap.

“Bersama-sama membangun kota Sragen dengan master plan yang terencana bertahap kita akan wujudkan pembangunan di Kabupaten Sragen sampai 20 tahun ke depan, dan insya Allah menjadi kota yang lebih baik,” jelas Bupati.

“Totalitas tanpa loyalitas mustahil bisa dilaksanakan, saya minta tolong totalitasnya dan saya minta loyalitasnya terhadap pemerintahan Kabupaten Sragen,” imbuh Bupati.

Terkait Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak Kabupaten Sragen yang akan dilaksanakan di 167 desa pada bulan September 2019 mendatang.

Bupati berharap para ASN yang di tempat tinggalnya melaksanakan proses demokrasi untuk menjadi agen perubahan dalam memerangi money politic serta menolak apapun bentuknya dari para calon kades yang akan mencalonkan menjadi kades.

“Kalau seorang ASN menerima uang, barang dalam rangka membeli suara untuk menjadi seorang kepala desa kita tidak akan pernah selesai mengurusi negara ini,” tegas Bupati.

Money politic yang menjadi isu saat Pilkades harus diberantas sampai keakar-akarnya. Oleh karena itu Bupati akan membuat MOU dengan Kapolres, dan Kepala Kejaksaan Negeri Sragen terkait Pengamanan money politic pada saat Pilkades.

“Jangan sampai ada ASN yang ketangkap gara gara menerima barang, uang yang diberikan oleh calon Kades,” pinta Bupati.

“Kalau kita bisa memulai dari Kabupaten Sragen yang kecil ini, Kita bisa memberi contoh kepada nasional bagaimana kita bisa memerangi money politic mulai dari diri sendiri,” tutupnya.

KH. Muh Fauzi Arkan,M.Ag dalam tausiyahnya memberikan ceramah tentang makna Halal Bi Halal.

“Kadang dimaknai dengan silaturahmi nyambung sedulur, Idul fitri atau kembali suci, dan kalau di Indonesia Halal Bi Halal artinya saling memaafkan antar sesama manusia,” terangnya.

“Dosa kepada manusia taubatnya nggak gampang, temui orangnya mintai ikhlasnya dan minta maaf,” imbuhnya.

Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Ikrar Halal Bi Halal, dan Penyerahan SK CPNS 2019 Tenaga Kesehatan Bidan secara simbolis oleh Bupati Sragen. (MY_HUMAS)