BAZNAS BERIKAN SANTUNAN KK MISKIN DAN LANSIA

SRAGEN – Baznas Sragen pada bulan ramadhan ini, mentasharufkan dana zakat dan infaq untuk santunan keluarga fakir miskin, Santunan biaya hidup lansia, dan Insentif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Sragen sesuai program kerja Baznas periode januari sampai Desember 2019.

Pelaksanaan pentasarufan dihadiri oleh Wakil Bupati sragen Dedy Endriyatno, Ketua Baznas Sragen Drs Mahmudi, KaKan Kemenag, Kepala OPD, dan juga pengurus Baznas Sragen, digelar di ruang Sukowati Setda, Rabu 15/5/2019.

Ketua Baznas Sragen Drs Mahmudi menyampaikan santunan keluarga fakir miskin merupakan wujud kepedulian terhadap kaum Duafa, agar mereka dapat menyambut Ramadhan dan Idul fitri dengan bahagia.
“Semua yang menerima santunan ini, yaitu keluarga muslim yang memiliki kartu saraswati atau jamkesmas atau kartu miskin lainnya,” paparnya.
Baznas juga memberikan Insentif untuk UPZ karena telah membantu operasional pengelolaan zakat , tiap UPZ menerima 5 % dari dana zakat dan infaq yang disetorkan ke Baznas selama tahun 2018.

“Selain untuk UPZ, Santunan untuk 2000 keluarga fakir miskin, setiap orang menerima Rp 130.000, dan untuk santunan lansia untuk 40 orang, setiap orang menerima Rp 200.000 berupa sembako senilai Rp 150.000 dan uang senilai Rp 50.000, ” tutur Mahmudi.

Mahmudi juga menyerahkan dana ZIS (Zakat, Infak, Sodaqoh) melalui 2 UPZ (masjid jami’ sukodono dan Masjid Besar Kauman) dan beberapa MAN/MTsN.

“Total dana yang di tasarufkan adalah Zakat sebesar Rp.544.780.605 dan Infak sebesar Rp. 49.054.027,” tutup Mahmudi.

Dalam Pengarahannya Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengungkapkan ada faktor permasalahan dalam bentuk bantuan yang diberikan, misalnya bantuan ternak, Pemerintah mengharapkan ternak tersebut bisa dikembangkan lebih besar. Tapi pada kenyataannya, banyak yang dijual karena himpitan kebutuhan hidup.

Wabup mengharapkan, program Baznas bisa disinergikan dengan program pemkab sragen.

“Apa yang bisa kita kolaborasikan, antara baznas dengan pemkab agar pemberdayaan dan pembinaan memiliki daya dobrak yang lebih kuat dan cepat dalam rangka pengentasan kemiskinan ini,“ jelas Wabup.

Wabup menilai, masih banyak daerah di Sragen yang termasuk angka merah kemiskinan, hal itulah yang mendorong Pemkab, agar bisa bersinergi dengan Baznas.

“Misalnya, beberapa Lembaga amil zakat yang kita miliki, satu per satu bisa memiliki desa binaan, jika kita kuatkan dengan Dinas terkait untuk mengampu desa tersebut, tidak menutup kemungkinan, kemiskinan bisa berkurang, “ harap Wabup. (PAS_HUMAS)