JELANG HARI JADI KAB. SRAGEN, BUPATI DAN WABUP ZIARAH MAKAM RAJA DI IMOGIRI

SRAGEN – Menjelang Hari jadi ke-273 Kab. Sragen, Bupati dan Wakil Bupati Sragen disertai perwakilan forkopimda, OPD, Camat, dan Kabag Setda Sragen melaksanakan ziarah ke kompleks makam raja mataram di Imogiri, Jumat, (03/5/2019).

Kegiatan ziarah ini rutin dilaksanakan setiap tahun yang merupakan salah satu rangkaian hari jadi Kab. Sragen .

Hari Jadi Kabupaten Sragen ditetapkan dengan Perda Nomor : 4 Tahun 1987, yaitu pada hari Selasa Pon, tanggal 27 Mei 1746. Tanggal dan waktu tersebut adalah dari hasil penelitian serta kajian pada fakta sejarah, ketika Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono yang ke- I menancapkan tonggak pertama melakukan perlawanan terhadap Belanda menuju bangsa yang berdaulat dengan membentuk suatu Pemerintahan lokal di Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati sebelah timur.

Peristiwa itulah yang telah ditetapkan sebagai cikal bakal Pemerintah kabupaten Sragen. Pangeran Mangkubumi yang selanjutnya menjadi Sultan Hamengkubuwono I tersebut dimakamkan di kompleks raja-raja Mataram di Imogiri, sehingga dalam setiap peringatan Hari Jadi Sragen selalu diagendakan untuk berziarah ke makam Pangeran Mangkubumi.

Ziarah diawali di makam Sultan Agung, yang terletak di puncak makam Imogiri. Satu-persatu para peziarah memasuki makam Sultan Agung. Bupati didampingi Wakil Bupati dan rombongan memakai pakaian kemben bagi wanita sedangkan beskap bagi pria.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan kegiatan ziarah rutin tersebut untuk mengenang kembali jasa-jasa para tokoh yang telah berjasa dalam merintis serta memperjuangkan berdirinya Kabupaten Sragen.

“Sebagai bangsa yang berbudaya dan memiliki budi pekerti luhur, kita wajib mengenang dan menghormati kepada para leluhur, orang tua dan para pendahulu kita, karena kita ada berkat jasa-jasa mereka para pendahulu kita.“ jelasnya.

Sebelum pelaksanaan ritual ziarah dilakukan doa tahlil di serambi makam Sultan Agung yang dipandu oleh petugas dari Imogiri.

Setelah makam Sultan Agung ziarah dilanjutkan ke makam-makam lainnya di kompleks Imogiri tersebut. Selesai ziarah rombongan menikmati suguhan khas di Imogiri, yaitu wedang larahan, tahu bacem dan pisang godhog. (MY_HUMAS)