KOMPAK BERBAJU PUTIH, BUPATI BERSAMA KELUARGA NYOBLOS DI TPS 21 TAMAN ASRI

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati punya cara menyemangati warga untuk mencoblos. Orang nomor satu di Kab. Sragen itu mengajak warga berswafoto di depan TPS. Bupati datang bersama suami dr. Akbar Zulkifli Oesman dan kedua putranya (Umar dan Aji) yang kompak mengenakan baju putih. Setibanya di TPS, Bupati pun dikerumuni warga karena ingin mengabadikan momen tersebut.

Bupati dan keluarga melakukan pencoblosan di TPS 21 tepatnya di Taman Asri, Kroyo, Karangmalang pada pukul 10.00 WIB, Rabu (17/04/2019).

Mereka langsung menyerahkan formulir C6-KPU kepada petugas KPPS. Bupati dan keluarga lantas duduk di deretan kursi antrean bersama pemilih lain. Sembari menunggu antrean urutan dipanggil, Bupati menyantap sarapan soto yang sudah disediakan TPS 21 untuk warga pemilih ditempat tersebut.

Prosesi pencoblosan menelan waktu sekitar 3-4 menit. Bupati bersama suami dan kedua putranya pun bergantian memasukan surat suara yang sudah dicoblos ke dalam kotak. Prosesi berakhir dengan mencelupkan jari ke tinta warna ungu.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengungkapkan bersyukur karena telah menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara dengan baik.

“Hari ini saya sedang melaksanakan kewajiban saya memilih Presiden Republik Indonesia memilih Anggota DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten dan juga DPD.” jelasnya.

Bupati berharap bagi yang akan ditetapkan sebagai pemimpin bangsa ini dapat mengemban amanah pemimpin yang baik dan bagi yang belum bisa mengemban amanah untuk bisa menerima hasil keputusan dengan ikhlas.

“Intinya adalah Indonesia harus lebih baik dengan pemilu kali ini.” pungkasnya.

Terkait waktu yang dibutuhkan saat proses pelipatan surat suara, Bupati menjelaskan jika ia membutuhkan waktu selama 3-4 menit lebih.

“Ternyata melipatnya yang agak susah untuk mengembalikan ke posisi yang semula sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.” terangnya.

Lebih lanjut Bupati menambahkan jika Sragen kondusif dengan masa kampanye 3 bulan bisa dilewati dengan lancar.

“Ini karena semua pimpinan bahu membahu guyub rukun,” tutupnya.

Usai mencoblos, keluarga tersebut tidak langsung pulang ke rumah kediaman. Bupati dan keluarga berdiri berjajar di depan pintu keluar TPS berdiri berjajar dan menunjukkan jari kelingking yang masih basah dengan tinta.

Tujuannya untuk mengajak warga di belakangnya berdiri dan menunjukkan jari kelingking yang dicelupkan tinta sebagai bentuk sudah melakukan partisipasinya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. (MY_HUMAS)