BUPATI SRAGEN BERIKAN PEMBINAAN PADA 2.368 GTT DAN PTT

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen menaruh harapan yang besar dalam berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini diwujudkan dengan pembinaan dan pengarahan kepada Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap(PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen,yang berlangsung di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Senin (15/4/2019).

Secara langsung Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan pembinaan dan pengarahan kepada 2368 GTT dan PTT mulai dari TK,SD dan SMP negeri se-Kabupaten Sragen. Turut hadir Sekretaris Daerah tatag Prabawanto, kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suwardi beserta jajarannya.

Dalam pengarahannya, Bupati menyampaikan tentang evaluasi tenaga pendidik dan Sumber Daya Manusia (SDM ) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen.

Data dari Dinas Pendidikan yang disampaikan oleh Bupati, yaitu prosentase kecukupan tenaga pendidik dari 4 TK Negeri sudah mencukupi 80%, untuk SD Negeri dengan jumlah 543 sekolah, jumlah siswa 66.832 dan guru PNS 3314 serta kebutuhan guru mencapai 5015 sehingga prosesentase kecukupan 63%, sedangkan dari 49 SMP Negeri dengan jumlah siswa 26.721, dan guru PNS 1388 dengan kebutuhan guru 1647 sehingga prosentase kecukupan mencapai 84%.

Guna memenuhi tenaga pendidik agar bisa mengajar terhadap siswa yg jumlahnya tidak sedikit,pemkab beberapa waktu lalu melaksanakan rekruitmen CPNS dan PPPK.

“Di Sragen, jumlah PNS yang pensiun setiap tahun mencapai 600 orang ,terbanyak dari Guru. Untuk itu Pemkab berkomitmen sesuai kemampuan yg dimiliki, dengan mengadakan rekruitmen Cpns dan PPPK , karena tidak semua kepala daerah melakukan ini, ” jelas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen Drs. Suwardi dalam laporannya menyampaikan komitmen pemkab dalam meningkatkan mutu di dunia pendidikan, Pemkab menganggarkan 19,5 M untuk memberikan insentif kepada GTT/PTT se kabupaten Sragen, untuk itu kepala Dinas mengharapkan semoga ini memacu, meningkatkan pengabdian intuk mencerdaskan anak bangsa.

“Tantangan dunia pendidiikan ke depan tidak makin ringan, tanpa belajar dan tanpa meng-upgrade diri bisa akan ketinggalan karena murid-murid bisa lebih pintar. Guru harus bisa mengikuti perkembangan zaman,seperti perkembangan teknologi seperti di saat ini, agar tercipta guru dan murid-murid yang professional,” pungkas Suwardi. (PAS_HUMAS)