KUNKER DI SRAGEN, PRESIDEN JOKO WIDODO AJAK GAPOKTAN MODERNISASI ALAT PERTANIAN

SRAGEN – Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Kab. Sragen dalam rangka Silaturahmi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Diponegoro Sragen, Rabu (03/04/2019).

Kunjungan kerja di Kab. Sragen kali ini, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,S.H,M.IP, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Efendi, SE, MM, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, dan dihadiri oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,S.E, Jajaran Forkopimda Sragen, dan ASN Sragen.

Dalam kunjungan yang dihadiri sekitar 7000 peserta tersebut, Presiden Jokowi mengajak Gapoktan dan Perpadi di Jateng agar melakukan modernisasi alat penggilingan padi seiring kemajuan zaman.

“Kita harus me-modernisasi alat pengilingan padi. Ini sudah zaman modern. Sudah puluhan tahun petani kalau mau mengeringkan padi selalu manual di jemur di pinggir jalan,” ujar Presiden RI Joko Widodo.

“Ini sudah zaman modern. Sebaiknya lokasi penggilingan padi punya alat dryer untuk meningkatkan kualitas hasil panen,” imbuhnya.

Selain itu Presiden Joko Widodo meminta petani agar memiliki mesin kemasan sendiri agar hasil bumi Sragen punya identitas untuk siap dijual.

“Kasih nama apa gitu produk berasnya setelah di packaging agar dikenal” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menjelaskan pentingnya peranan petani dalam menjaga kedaulatan pangan mengingat wilayah Sragen didominasi area persawahan.

“Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi hal yang penting dalam keberlanjutan penghidupan bagi masyarakat,” jelas Bupati.

Banyaknya lahan yang difungsikan sebagai pertanian menjadikan hasil panen di Sragen cukup besar sehingga Kab. Sragen menjadi lumbung pangannya Provinsi Jawa Tengah nomor 2 setelah Kab. Cilacap.

“70 – 80 Persen wilayah Sragen adalah lahan pertanian. Dengan didukung kelembagaan kelompok tani dalam wadah Gabungan Kelompok Tani sejumlah 205 GAPOKTAN dan 1.350 Kelompok Tani dapat menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian,” pungkas Bupati.

Selain itu, Bupati juga memaparkan bahwa beras hasil pertanian Sragen memiliki kualitas cukup bagus.

“Bahkan beras Sragen juga pernah disuguhkan kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dan kami cukup lega saat jamuan makan bapak kerso (mau) tambah makan, berarti beras Sragen memang top dan enak sekali.” tutupnya.

Pada kesempatan ini Presiden Joko Widodo juga melakukan dialog dengan perwakilan dari petani, penjual pupuk, dan pemilik penggilingan. Nantinya, aspirasi tersebut akan disampaikan pada kementerian terkait. (MY_HUMAS)