PERESMIAN LAPANGAN BROJODENTO SIDOHARJO OLEH BUPATI

SRAGEN – Lapangan Olahraga Sasono Brojodento Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen diresmikan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Jumat (29/3/2019).

Secara khusus Bupati memberikan apresiasi yang sangat luar biasa pada masyarakat dan seluruh pihak baik Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan yang telah bekerja keras guyub rukun dan gotong royong saling bersinergi sehingga bisa menata membangun dan merubah lapangan desa.

“Setiap desa harus ada ruang terbuka untuk bersosialisasi, berkumpul, dan melakukan kegiatan yang positif,” tuturnya.

“Rawat dengan baik lapangan ini, gunakan untuk kegiatan positif, kalau ada yang rusak segera dibenahi, bila perlu anggarkan untuk perawatannya,” ujar Bupati.

Bupati berharap lapangan ini akan benar-benar dimanfaatkan bagi semua kalangan tanpa terkecuali, selama ini telah digunakan untuk senam, jogging, sepakbola, dan kegiatan sekolah.

Setelah melaksanakan peresmian, digelar pertunjukan rakyat wayang orang dari Forum Komunikasi Media Tradisi (FK Metra) dibawah koordinasi Dinas Kominfo Kabupaten Sragen.

Dalam pertunjukan malam itu mengambil tema Ketoprak Humor “Jare”. Ketoprak humor ini, berkolaborasi dengan seniman asli Sragen seperti Sanggar seni serambi sukowati, Sanggar seni sedap malam Komunitas seniman seniwati sidoharjo (Kossasi) yang baru saja dikukuhkan kepengurusannya oleh Bupati. Dan Juga kepruk Ngampung dari Solo dan campursari BALISA.

Kepala Dinas Kominfo Sragen Yuniarti mengatakan FK Metra sangat bermanfaat, terutama sebagai sarana pemerintah dalam memberikan informasi dan mensosialisasikan program pemerintah melalui pertunjukan tradisional yang familiar di masyarakat.

“Lewat FK Metra program pemerintah bisa disosialisasikan lewat seni tradisional, tari, musik, dialog seperti pertunjukan ketoprak ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yuniarti mengharapkan FK Metra dapat menjadi salah satu media informasi dari pemerintah ke masyarakat yang dikemas dengan kesenian lokal, agar komunikasi lebih mengena sasaran.

“Untuk bisa mengena pada pada sasaran masyarakat, pertunjukan digelar ditempat terbuka, dan bahasanya sesuai daerah setempat agar mereka mudah memahami,” lanjutnya.

Sasaran akhirnya, disamping terus meningkatkan dan mengembangkan budaya kearifan lokal, juga ikut berperan langsung dalam pembangunan pemerintah. (PAS_HUMAS)