DHARMA SANTI NYEPI 2019, BUPATI AJAK IMPLEMENTASIKAN GUYUB RUKUN ANTAR UMAT

SRAGEN – Perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Umat Hindu Tahun Baru Saka 1941/2019 Masehi bersama ASN, TNI, Polri dan Perangkat Desa se-Kabupaten Sragen dihadiri langsung oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Sabtu (23/03/2019).

Kegiatan Dharma Santi tingkat Kabupaten Sragen yang mengusung tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019” ini, dihadiri juga oleh Sekretaris PHDI Provinsi Jawa Tengah Drs. Sujaelanto,M.Pd, Jajaran Forkopimda Sragen diantaranya Dandim 0725/Sragen Letkol Kav. Luluk Setyanto dan Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Kepala Kemenag Sragen Hanif Hanani, dan perwakilan umat hindu se-Kabupaten Sragen yang hadir dalam acara tersebut.

Ketua Penyelenggara, Prihantoro mengatakan, tujuan dari kegiatan Hari Raya Nyepi ini sebagai wahana untuk membangun komunikasi antara umat beragama dengan pemerintah. Menjalin silatuhrahmi antar sesama umat beragama dalam rangka kerukunan di Kabupaten Sragen.

“Meningkatkan persatuan dan kebersamaan dalam pengembangan dan pemberdayaan umat beragama dalam menjalani kehidupan sekarang dan masa yang akan datang,” jelasnya.

Semua perbedaan itu tidak harus diseragamkan, namun semua perbedaan dan keragaman harus diikat oleh tali persaudaraan, tali – tali kebersamaan dan tali persatuan di Indonesia.

Oleh karena itu Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat di Kab. Sragen agar mengimplementasikan semboyan Sragen “Guyub Rukun Membangun Sukowati”.

“Sebagai Kepala Daerah, saya mewanti – wanti kepada umat beragama di Kabupaten Sragen bahwa kita harus bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, dan kerukunan umat beragama,” tuturnya.

Atas berjalannya semboyan guyub rukun disemua sektor hingga saat ini, Bupati menyampaikan laporan dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sragen KH. Mahmudi jika Kab. Sragen memperoleh juara I tingkat provinsi Jawa Tengah menjadi Kabupaten dengan tingkat kerukunan yang paling tinggi.

“Alhamdulillah, tinggal ambil trophy nya. Ini salah satu prestasi luar biasa. Disini peran FKUB dalam menjaga kerukunan apalagi memasuki suhu politik sangat sentral untuk membantu kita di pemerintahan dengan menjaga keharmonisan antar umat,” ungkapnya.

Terkait tema perayaan ini yang juga mengusung kesuksesan Pemilu 2019 di Kab. Sragen, Bupati menghimbau kepada para pemuka Agama agar dapat menyikapi periode-periode ‘panas’ detik – detik jelang Pemilu bulan depan.

“Ajak umatnya untuk menangkal berita – berita hoaks. Jangan terprovokasi oleh berita – berita dan isu – isu hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.” tegas Bupati.

Sementara, Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Tengah, Drs. Sujaelanto,M.Pd memberikan apresiasi yang tinggi atas tereselenggaranya Dharma Santi Hari Raya Nyepi 1941/2019 Masehi di Kab. Sragen.

“Karena Dharma Santi Ini juga merupakan suatu kegiatan anjangsana silaturahmi pertemuan untuk menyatukan dan merekatkan antara umat Hindu sendiri secara intern maupun menyatukan dengan antar umat beragama sekaligus mendekatkan dengan pemerintah,” terangnya.

“Mari kita terus tumbuhkan harmoni dan toleransi yang menjadi pondasi dari kehidupan masyarakat yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila” imbuhya.

Kegiatan Dharma Santi diisi dengan pembacaan Sloka, persembahan lagu Pasraman Jagadpati, pentas tari Gambyong, tarian Manipuri Pasraman Saraswati serta dharma wacana. (MY_HUMAS)