PECAH KENDI, AWALI PEMBANGUNAN JEMBATAN PENGHUBUNG 4 DESA DI MASARAN

SRAGEN – Proses ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan penghubung 4 Desa di Kecamatan Masaran, Sragen, telah dilakukan pagi tadi, Kamis (28/02/2019). Sebagai tanda dimulainya pengerjaan jembatan ini, secara simbolis ditandai dengan pemecahan kendi yang dilakukan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Peletakkan batu pertama jembatan yang memiliki panjang 30 meter dengan lebar 7 meter ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,SE, Kepala Dinas PUPR Sragen Marija,ST,MM, jajaran OPD terkait, muspika Kec. Masaran dan warga setempat.

Pada peletakan batu pertama ini Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan bahwa dilakukan ground breaking ini sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan vital yang menghubungkan antara Ds. Pilang, Ds. Pringanom, Ds. Jati dan Ds. Kliwonan.

“Jembatan ini diperlebar menjadi 7 meter, lebih lebar dari sebelumnya dan dibangun dengan metode konstruksi komposit (tanpa pilar dibawahnya). InsyaAllah selesai sesuai target pada Bulan Oktober tahun ini dengan dana Rp. 5,7 Milyar.” Jelas Bupati.

“Semoga ini bisa dimanfaatkan dan mohon doanya agar bisa diselesaikan tepat waktu.” imbuh Bupati.

Bupati juga menyampaikan akan mengganti nama jembatan ini, yang semula bernama Jembatan Bejingan akan diganti dengan makna yang dapat merepresentasikan 4 desa dan seluruh dukuh.

“Nanti masih melalui musyawarah RT, RW, Kelurahan/Desa, tokoh masyarakat dan sesepuh untuk mencari nama yang tepat dan sesuai untuk jembatan ini.” pungkasnya.

Dengan dimulainya pengerjaan jembatan ini, Bupati berharap agar masyarakat bersabar selama proses pembangunannya karena jembatan ini akan diperlebar sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengerjakannya.

“Meskipun hari ini dimulai, masyarakat harus tetap bersabar sebab selama proses pengerjaan belum bisa melewati jembatan ini. Alhamdulillah hari ini kita mulai untuk masyarakat Ds. Pilang, Ds. Pringanom, Ds. Jati dan Ds. Kliwonan serta untuk masyarakat pada umumnya yang melewati” tambahnya.

Kepala DPUPR Sragen Marija,ST,MM menambahkan fungsi jembatan selain untuk transportasi empat desa di Kec. Masaran tersebut masih ada fungsi lain yaitu untuk membuka akses wisata di lingkungan industri Batik Kliwonan dan Pilang.

“Jalan menuju jembatan tersebut sudah di lebarkan dan akan terhubung dengan lokasi jembatan baru diantaranya akan di bangun jembatan di atas sungai bengawan solo yang menghubungkan desa kawasan batik Masaran, kawasan batik Pungsari dan wisata makam butuh di Plupuh, jembatan tersebut juga akan mulai di bangun tahun ini.” jelas Kepala DPUPR Marija.

“Sehingga kedepan akan terhubung jalur obyek wisata dari Masaran – Plupuh – Sangiran Kalijambe.” imbuhnya.

Ditahun 2019 ini, Pemkab Sragen akan tetap berkomitmen melakukan peningkatan infrastruktur baik jalan maupun jembatan secara bertahap dengan memperhatikan urutan skala prioritas dan sesuai prosedur. (MY_HUMAS)