KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN GELAR BIMTEK WIRAUSAHA IKM DI KAB. SRAGEN

SRAGEN – Kementerian Perindustriran (Kemenperin) RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka Penumbuhan dan Pengembangan bagi 9 wira usaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Sragen di Hotel Surya Sukowati Sragen, Senin (25/02/2019).

Bimtek ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya sekaligus mengembangkan wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) perbengkelan roda dua, IKM meubel, IKM sangkar burung, IKM konveksi, IKM makanan ringan, IKM olahan pangan Kabupaten Sragen.

Kegiatan dengan jumlah 120 peserta ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai dari 25 sampai 1 Maret 2019, di 4 lokasi yang berbeda, yakni Lokasi Bimtek IKM makanan olahan, makanan ringan, konveksi bertempat di Meeting Room Ndayu Park, IKM Perbengkelan roda dua di Ds. Sambi Kec. Sambirejo, IKM Meubel di Ds. Saran Kec. Kalijambe, dan IKM Sangkar Burung (Rumah Suparno) Dk. Gronong Ds. Sidodadi Kec. Masaran.

Pembukaan bimtek dibuka oleh Kasubid Industri Kimia dan Bahan bangunan IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka H. Jenih dan dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI Martri Agoeng,SH, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,SE, Camat lokasi usaha dari 9 IKM diantaranya Kalijambe, Masaran, Karangmalang, Sragen Kota, Sambirejo, dan Gesi serta diikuti oleh 120 orang wirausaha baru dari 9 IKM dan 4 kelompok usaha baru.

Kasubid Industri Kimia dan Bahan bangunan IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka H. Jenih menjelaskan pada tahun 2017, terdapat kurang lebih 4 juta unit usaha IKM dan menyerap tenaga kerja kurang lebih 10 juta 10, 5 juta orang setara dengan 63,13 % dari total tenaga kerja.

“Jadi industri kecil ini memang sangat potensial menyerap tenaga kerja, karena setiap industri kecil pasti membutuhkan wira usaha baru. Untuk itu wira usaha secara langsung dapat membantu menyerap tenaga kerja.” jelasnya.

“Ada beberapa informasi terkait dengan program yang kami laksanakan diantaranya program pemberian potongan harga senilai 25 % sampai 30 % dan akan kami berikan kepada IKM yang sudah membeli alat / mesin, kecuali mesinnya second atau rekondisi kami tidak berikan potongan harga.” pungkasnya.

Dalam sambutannya Anggota Komisi VI DPR RI Martri Agoeng,SH, menyampaikan jika kemandirian dan kemampuan SDM di daerah-daerah harus di dorong melalui melalui bimtek seperti ini.

“Banyaknya wirausaha baru yang tumbuh, akan meningkatkan geliat ekonomi daerah. Bimtek ini juga berkontribusi mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan. Karena semakin banyak usaha baru yang muncul, akan semakin banyak pula tenaga kerja yang terserap“ ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,SE menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis ini karena kegiatan ini turut mendukung pelaksanaan misi Bupati atau Wakil Bupati Sragen khususnya untuk membangun kemandirian ekonomi daerah.

“Memberikan akses yang lebih besar pada pengembangan koperasi dan IKM, mensukseskan program prioritas Bupati atau Wakil Bupati Sragen khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran dengan pembangkitkan iklim wirausaha dan memberdayakan UMKM“ jelasnya.

Lebih lanjut Wabup berharap pelatihan-pelatihan seperti ini mampu menciptakan IKM baru dengan tenaga kerja yang lebih banyak lagi.

“Dengan upaya tersebut, jumlah IKM di Kabupaten Sragen terus tumbuh. Saat ini, terdapat 19 industri besar yang menyerap tenaga kerja 15.500 orang dan terdapat IKM sebanyak 18.700 IKM yang menyerap tenaga kerja hingga 49.900 orang“ urainya.

“Terdapat beberapa produk unggulan Sragen yang juga merupakan Prioritas pembangunan industri dalam RPIK Kabupaten Sragen yaitu batik, meubel, konveksi, beras organik dan tenun kain goyor.” imbuh Wabup.

Dalam pelaksanaan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan mesin berupa las dan pandai besi dari Kementerian Perindustriran (Kemenperin) RI kepada perwakilan wira usaha. (MY_HUMAS)