PSN DI KEC. SIDOHARJO, BUPATI TEKANKAN MASYARAKAT LAKUKAN PSN SEMINGGU SEKALI

SRAGEN – Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh Pemerintah Kabupaten Sragen terus dilakukan karena merupakan salah satu program prioritas bidang kesehatan yang memerlukan penanganan secara komprehensif.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin apel Gerakan PSN di Lapangan Toto Yuwono Ds. Duyungan, Kec. Sidoharjo, Sragen, Minggu (24/02/2019) pagi.

Dalam pelaksanaan PSN ini, Bupati juga didampingi oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno,S.E, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Kepala Dinkes Sragen dr. Hargiyanto, Kepala Diskominfo Sragen Dra. Yuniarti,MH, Muspika Kec. Sidoharjo, kader jumantik dan Kader Kesehatan Sidoharjo, dan anggota TNI – POLRI.

Bupati menjelaskan terkait kasus penderita DBD Kecamatan Sidoharjo sampai tanggal 22 Februari 2019 terlapor sejumlah 33 kasus.

“Tidak ada kematian dengan rincian yang masuk DBD ada 3 kasus, DD ada 6 kasus dan bukan DBD ada 14 kasus.” jelas Bupati.

Dari hasil PSN pagi tadi ditemukan jentik-jentik nyamuk di tempat penampungan air yakni ember dan belahan batang pohon. Adanya penemuan tersebut Bupati mengingatkan jika saat membersihkan kebun, agar jangan lupa memperhatikan batang – batang pohon.

“Rumahnya bersih, kamar mandi juga bersih tapi dibelakang rumahnya ada pohon mati yang berlubang setelah kami cek ternyata ada jentik-jentik nyamuk.” pesan Bupati.

“Dan tadi oleh kami sudah ditutupi dengan tanah lubang di pohon itu, untuk itu saya tekankan agar benar-benar lakukan 3 M ditempat-tempat penampungan air.” terangnya.

Melalui kegiatan PSN ini, Bupati menghimbau agar masyarakat senantiasa memahami benar bagaimana cara agar tidak terkena demam berdarah yakni dengan melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk harus seminggu sekali rutin dilakukan.

“Kenapa seminggu sekali karena siklus perkembangbiakan nyamuk itu 0 sampai 9 hari yakni dari jentik-jentik hingga jadi nyamuk dewasa.” terang Bupati.

“Kadang jika hanya membuang airnya saja tanpa menyikat dindingnya juga sama saja, jadi harus di buang airnya dan disikat dinding bak atau embernya agar tidak ada jentik-jentik nyamuk.” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan bahwa Polres Sragen akan mendukung penuh program pemerintah Kabupaten Sragen agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif dan guyub rukun.

“Kami berkomitmen dalam mendukung program pemkab Sragen termasuk PSN ini, ini sangat bagus untuk membasmi nyamuk.” ujar Kapolres.

“Karena semua urusan termasuk kesehatan masyarakat bisa berimplikasi juga terhadap keamanan” imbuhnya.

Selain meninjau tempat-tempat penampungan air di rumah warga juga dilakukan penyerahan tanaman pengusir nyamuk seperti rosemary, serai wangi dan lavender. (MY_HUMAS)