BANGGA SRAGEN : KABUPATEN SRAGEN SUDAH DEKLARASI ODF DI PENGHUJUNG TAHUN 2018

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati membacakan Deklarasi ODF (Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan tingkat Kabupaten dan di ikuti oleh seluruh camat se-Kabupaten Sragen bertempat di Alun – Alun Sasono Langen Putro Sragen, Senin (31/12/2018).

Kegiatan ini sebagai awal dari rangkaian acara pergantian tahun baru 2019 di Kabupaten Sragen.

Tujuan dari deklarasi ODF adalah untuk merubah perilaku masyarakat khususnya Kab. Sragen untuk hidup sehat tanpa buang air besar di sembarang tempat.

Kepala Dinas Kesehatan Prov Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes mengungkapkan pentingnya alasan BAB sembarangan harus di hentikan karena selain mencemari lingkungan juga dapat memicu terjangkit penyakit menular.

“Seperti Diare, typus dll, jika semua di stop maka diharapkan bisa menurunkan angka penyakit menular.” jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi Kab. Sragen yang telah berhasil ODF karena mengubah perilaku BAB sembarangan tidak mudah.

“Saya sangat bangga Kabupaten Sragen berhasil bebas ODF, di provinsi Jateng terdapat 10.140.000 KK, jumlah desa 4.234 desa, saat ini sudah 90% bebas ODF, untuk Kabupaten Sragen sendiri dari 208 Desa dan 2.805 KK dinyatakan bebas ODF.” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Yulianto Prabowo mengingatkan jika setelah dinyatakan Kab. Sragen bebas ODF masyarakat tetap harus menjalani STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dengan terus berperilaku hidup sehat, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah yang benar, dan pengamanan limbah cair keluarga.

Selain itu, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya mengapresiasi deklarasian ODF tingkat Kabupaten ini.

“Ini merupakan salah satu prestasi. Dan tadi baru saja kita bersama-sama melaksanakan deklarasi bebas buang air besar itu merupakan salah satu contoh prestasi yang luar biasa,” jelas Bupati.

Sebelumnya tim verifikasi ODF Provinsi Jawa Tengah telah melakukan verifikasi ODF di Kab. Sragen pada 19 November 2018 lalu, dengan hasil terdapat beberapa kekurangan yakni masih dijumpai di beberapa jamban yang belum ada sabun cuci tangan didalamnya, namun kekurangan tersebut mampu diselesaikan dalam waktu kurang lebih 4 jam.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, jajaran Forkopimda Sragen, jajaran kepala OPD, dan disaksikan oleh seluruh masyarakat yang hadir dalam puncak pergantian tahun baru Kab. Sragen (HUMAS)