DESA BANDUNG – KEC. NGRAMPAL MANFAATKAN DANA DESA UNTUK BANGUN JEMBATAN

SRAGEN – Sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dan petunjuk teknis pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD), salah satunya adalah untuk meningkatkan sarana prasarana dasar di desa / Kampung seperti pengerasan jalan (Under lag), pembangunan gorong – gorong, Jembatan, sarana penunjang pertanian, dan sarana prasarana lainnya.

Itulah yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bandung, Kecamatan Ngrampal, Sragen. Desa tersebut memanfaatkan dana desa, untuk membangun kembali Jembatan Maron yang merupakan jembatan penghubung dua dusun yakni Dusun Kendal Kidul (Nglorog, Sragen) dan Dusun Kendal (Bandung, Ngrampal) yang patah akibat diterjang arus Kali Kendal beberapa waktu lalu.

Penanggung Jawab (PJ) Kades Bandung, Umi Masithah menyampaikan total biaya yang digunakan untuk pembangunan kembali Jembatan Maron senilai Rp. 165,5 juta. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp. 114,2 juta, Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa senilai Rp. 30 juta, dan swadaya masyarakat senilai Rp. 21 juta.

“Pembangunan Jematan Maron dipercepat karena sekarang intensitas hujan makin tinggi. Kalau terlalu lama dibiarkan, kasihan warga sekitar. Pembangunan Jembatan Maron ini ditarget selesai pada akhir bulan Desember ini” jelas Umi.

Sebagai wujud syukur akan dibangunnya kembali jembatan tersebut , warga di Dusun Kendal RT 017/RW 008 dan sekitar menggelar bancakan. “Bancakan sudah menjadi kearifan lokal warga. Ya sebelumnya jembatan lama dibongkar, warga berdoa lalu menyantap bancakan atau sajian makanan yang disiapkan di lokasi,” terang Umi.

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif Desa Bandung memanfaatkan Dana Desa dan swadaya masyarakat untuk membangun jembatan yang rusak.

“Dua tahun ini pemerintah telah fokus pada pembangunan infrastruktur. Sesuai peraturan yang berlaku, untuk jalan atau jembatan milik desa maka pembangunannya dapat memanfaatkan dana desa sedang status jalan atau jembatan milik kabupaten atau provinsi maka pemerintah kabupaten atau provinsi lah yang bertanggungjawab membangunnya” jelas Bupati.

Camat Ngrampal, Dwi Sigit Kartanto menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Maron yang baru, kali ini tidak memakai tiang bagian tengah sehingga sampah yang terbawa arus air tidak tertahan tiang jembatan.

“Waktu kami bekerja bakti, ada puluhan ton samapah yang berhasil diangkat dari bawah Jembatan Maron. Kami sampai harus mendatangkan alat berat untuk mengeruk sampah. Tiang tiang tengah ini akan menjawab masalah sampah yang menumpuk di bawah jembatan,” jelasnya.(HUMAS)