BUPATI INGATKAN SEMUA ORANGTUA BIJAK GUNAKAN GADGET

SRAGEN – Sebanyak 500 Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta terbatas yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Subosukawonosraten mengikuti Pembinaan, Ceramah Ilmiah dan Silaturahmi di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, Rabu (12/12/2018). Acara dihadiri Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang juga sebagai pembicara dalam ceramah ilmiah, serta para Kepala Dinas Pendidikan se-Subosukawono, Kepala Bidang Pembinaan SMP se-Subosukawonosraten (Surakarta Boyolali Sukoharjo Karanganyar Wonogiri Sragen Klaten), Kepala SMP Negeri dan swasta se-Subosukawonosraten.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Sragen mengungkapkan selain untuk menerima arahan dari Bupati, acara ini juga bertujuan untuk sharing antar kepala sekolah, dari forum ini bisa tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing sekolah, sehingga bisa saling melengkapi.

“Dari kegiatan ini kita bisa bersama-sama mengikuti arahan, pembinaan dan ceramah ilmiah oleh Ibu Bupati dan juga untuk bisa saling koordinasi, sharing, dan tukar informasi antar kepala sekolah se-subosukawonosraten“, ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa pelantikan Kepala Sekolah bersih dari unsur KKN. Siapapun yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin dan untuk mendidik anak-anak adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan dan kapasitas yang baik, atas dasar niat untuk pengabdian Bangsa dan Negara.

“Apa yang disebut korupsi sungguh sangat meresahkan, siapapun yang akan saya angkat menjadi kepala sekolah, akan saya temui person to person,dan saya tanya, apa yang dapat disumbangkan untuk dunia pendidikan di Sragen, tugas dan kewajiban yang dijalankan seorang kepala sekolah bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan konsekuensi, komitmen serta integritas yang diemban.” jelas Bupati.

Dalam ceramah ilmiah dengan tema Pengaruh Gadget Terhadap Remaja, di hadapan kepala sekolah Bupati berpesan agar semua orangtua bisa menggunakan gadget dengan bijak sebagaimana fungsinya, jangan sampai ketergantungan.

“Kalau sebagai orangtua tidak memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan anak, mustahil anak-anak akan menceritakan apa yang mereka tahu dan alami dari gadget itu”, terang Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan dari hasil penelitian Harvard Business School terhadap 1600 manager dan professional, 56% responden mengecek HP satu jam sebelum tidur, 51% mengecek HP saat berlibur, 44% cemas jika HP hilang, 70% responden mengecek Hp tiap jam.

Bupati juga menambahkan bahwa dampak negatif penggunaan gadget terhadap remaja, yaitu mengganggu pertumbuhan otak, tumbuh kembang menjadi lambat, obesitas, kurang tidur, kelainan mental, menumbuhkan sikap agresif, kacenduan, pikun digital (susah konsentrasi), menggangu proses belajar.

“Dari dampak negatif tersebut, kita bisa memberikan solusi, yaitu lebih banyak mengajak anak bermain di luar ruangan, awasi anak saat penggunaan gadget, tetapkan waktu tanpa gadget dan wajib memberikan contoh yang baik”. imbuhnya. (HUMAS)