UPACARA PEMBUKAAN TMMD REGULER 103 TAHUN 2018 DI DESA SUKOREJO

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadi inspektur upacara (irup) pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap III Reguler ke – 103 Tahun 2018 di lapangan desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo, Senin (15/10).

Kegiatan yang secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Sragen tersebut dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto,S.Sos.,M.Si, Wakapolda Jateng Kombes Pol Ahmad Lutfi, Danrem (074/Wrt), Bappeda Jateng, dan Jajaran Forkopimda Sragen.

Mengangkat tema “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis”, Bupati dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,SH,M.I.P., pada Upacara Pembukaan TMMD Reguler 103 tahun 2018 menyampaikan bahwa melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini merupakan kegiatan merawat gotong royong, memacu kreatifitas, dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa.

“Kita ingin gotong royong sebagai saripati nilai-nilai ke-Indonesia-an dan esensi kultur ketimuran dapat terus terjaga dengan baik. Karena disitulah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan pada ke-bhineka-an. Dari situlah kita tangkal sikap individualistik dan egoistik, untuk merajut kembali kain kebersamaan dan respon sosial yang memajukan serta mensejahterakan.” pesannya.

Gubernur menyampaikan kemiskinan di Jawa Tengah dapat terus diterunkan dari waktu ke waktu, dan 5 tahun terakhir ini kemiskinan di Jateng mengalami penurunan.

“Tahun 2018, pemerintah provinsi Jawa Tengah mencapai kinerja tertinggi dalam penurunan kemiskinan yaitu dari 13,01% di tahun 2017 menjadi 11,32% di tahun 2018.” jelas Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Bupati.

Oleh karena itu, TMMD menjadi salah satu cara mendukung penurunan kemiskinan di Jateng. Tentu dengan cara bergerak stimulan, sinergis dan terintegrasi dengan program yang sedang akan dilakukan melalui dana desa maupun kegiatan pembangunan desa lainnya.

“Ayo bareng-bareng lan keroyokan mbangun desa agar maju dan sejahtera” ajaknya.

Pelaksanaan program TMMD Reguler ke-103 tahun 2018 kali ini di arahkan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah. Membuka isolasi antar desa sehingga semakin meningkatkan roda perekonomian daerah, meningkatkan kesehatan lingkungan dan sanitasi di kawasan padat penduduk dan kumuh perkotaan serta gerakan masyarakat hidup sehat.

Adapun sasaran fisik dari pelaksana TMMD Reguler ke-103 ini, di antaranya Pelebaran Jalan : 1200 m x 4 m, Cor Blok Jalan : 1200 m x 3 m x 12 cm, Pembangunan Embung : 50 m x 30 m x 4 m, Talud Jalan Dk. Pondok : 7 m x 2 m x 60 cm, Talud Jalan Dk. Sukorejo : 100 m x 2 m x 60 cm, Pelanjutan Pembangunan Sarana Olah Raga : 25 m x 10 m x 7,5 m, dan Rehab RTLH : 8 Unit.

Sementara untuk sasaran nonfisik melaksanakan Empat Konsensus Dasar Berbangsa, Kamtibmas & Bahaya Narkoba, Antisipasi Giat Terorisme, Kesehatan Lingkungan, Pelayanan KB & Kesehatan, Peternakan Dan Perikanan, Sosialisasi Pembuatan SIM, Sosialisasi Sertifikat Tanah, Pertanian Dan Perkebunan, PKK, Penanggulangan Bencal, Tertib Lalu Lintas dan Bintal/Rohani.

Setelah membuka secara resmi kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan kepada 12 orang KK miskin dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi sasaran operasi TMMD Reguler ke-103 tahun anggaran 2018.

Dalam acara pembukaan TMMD Regional ke-103 tahun 2018 ini juga disuguhkan persembahan tari-tarian tradisional dengan di iringi musik karawitan, marching band, pertunjukan barong sai, hingga Festival Gubug Deworejo yang didalamnya terdapat stand produk unggulan dari kecamatan se-Kabupaten Sragen. (HUMAS)