BANTU NEGARA ATASI KEMISKINAN, BUPATI CANANGKAN GERAKAN PAGER MANGKOK

SRAGEN – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memukul gong sebagai tanda diresmikannya pencanangan gerakan PAGER MANGKOK peduli warga miskin yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Ngembatpadas, Gemolong, Rabu (25/07).

Launching gerakan Pager Mangkok merupakan gerakan berbagi dari para dermawan kepada rumah tangga miskin yg ada di lingkungannya. Tujuannya Agar tercipta lingkungan yang Guyub Rukun, tata tentrem kerto raharjo.

Dalam laporannya Lurah Ngembatpadas, Ali Rahmanto mengatakan gerakan ini sebagai wujud implementasi dari warisan nilai – nilai luhur nenek moyang Pager mangkok luwih kuat tinimbang pager tembok serta untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Sasaran program gerakan ini untuk rumah tangga miskin di kelurahan ngembatpadas. Baik yang masuk BDT (Basis Data Terpadu) maupun yang tidak. Prioritas bagi rumah tangga miskin yang tidak masuk BDT. Target 2 bulan ini, yaitu sampai akhir bulan Juli ada 15 jamban yang akan di bangun. Berdasar pertimbangan pemerataan, masing masing kebayanan di ambil 5 lokasi (3 kebayanan)” terangnya.

“Para pihak yang berpengaruh pada program pager mangkok. Pengusaha yang berada di lingkungan Ngembatpadas, baik pengusaha lokal maupun pendatang, BUMN, instansi pemerintah, dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian sosial” imbuhnya.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasihnya atas adanya gerakan pager mangkok yang secara tidak langsung sudah ikut membantu negara dalam mengatasi kemiskinan.

“Saya mewakili pemkab Sragen, ngaturaken agenge maturnuwun. Bantu negara sama saja sodaqoh, InshaAllah madangke dalane awake dewe. Kalau ada masalah di desa atau dikampung, melu hanggar beni tanggung jawab. Itu yang disebut pager mangkok bukan pager tembok” jelas Bupati.

“Kalau pager tembok itu kaku, tapi kalau pager mangkok amot momot sak kabeh-kabehe” imbuhnya.

Bupati berharap agar gerakan yang merupakan wujud implementasi dari guyub rukun ini bisa ditiru lurah atau kepala desa lainnya.

”Saya harap gerakan ini bisa dicontoh desa atau kelurahan lainnya, setiap desa pasti ada potensi dan kelebihan masing – masing. Inilah gotongroyongipun, guyub rukunipun kangge mbangun bumi sukowati. Keberkahan setiap usaha pasti bisa diraosipun sareng – sareng.” terang Bupati. (HUMAS)