PRESIDEN JOKO WIDODO HADIRI KHATAMAN AL-QUR’AN DAN HAUL PONPES DI SRAGEN

SRAGEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Pengajian Khataman Al-Qur’an dan Haul Pondok Pesantren An Najah, Gondang, Sragen, Sabtu (14/07/2018).

Ribuan warga juga turut hadir dalam acara tersebut, mereka tidak sekedar mengikuti pengajian namun juga ingin bertatap muka langsung dengan Presiden.

Dalam pengajian tersebut, Presiden Jokowi hadir dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto dan Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Kedatangan presiden langsung mendapatkan sambutan hangat dari santri pondok.

Dalam sambutannya Pimpinan Pondok Pesantren An Najah Gondang Sragen, KH Minnanul Aziz S menyampaikan selamat datang dan rasa terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah bersedia menghadiri acara Pengajian Khataman Al-Qur’an dan Haul Pondok Pesantren An Najah

“Kami atas nama keluarga besar pondok pesantren mengucapkan selamat datang, ahlan wa sahlan. Terima kasih kepada Bapak Presiden di tengah tengah kami dalam acara Pengajian Khataman Alquran dan Haul Pondok Pesantren An Najah Gondang Sragen,”jelas KH. Minnanul Azis.

Lebih lanjut KH. Minnanul Aziz juga mengenalkan sejarah awal berdirinya Pondok pesantren An-Najah hingga mempunyai berbagai tingkatan pendidikan di Pondok tersebut.

“Waktu itu Ponpes An-Najah berdiri pada 1958, kemudian tahun 1960 berdiri juga Madrasah Diniyah yang dalam perjalannya memiliki banyak santri tapi belum ada gurunya. Sekarang jumlah santri ada 650 orang, tapi yang hanya bisa tertampung di pesantren baru 20%,” terangnya.

Sementara, dalam sambutannya, Presiden Jokowi menanggapi pernyataan dari Pimpinan ponpes An-Najah dan memahami secara tersirat kebutuhan dari ponpes tersebut sehingga Presiden akan memberikan bantuan untuk pembangunan ponpes An-Najah.

“Tadi saya mendengar sepertinya di sini banyak burung namun belum ada sangkarnya. Biarlah masalah sangkar itu bagian saya. Minggu depan saya kirim,” tutur Presiden Jokowi.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak kepada para santri untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Tidak ada negara yang seragam Indonesia, inilah anugerah Allah yang diberikan kepada negara kita. Marilah kita jaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.” jelas Presiden.

“Karena aset terbesar bangsa Indonesia, kerukunan bangsa kita,” lanjut Presiden. (HUMAS)