BUPATI SRAGEN WAJIBKAN ASN GUNAKAN BRIGHT GAS

Sragen – Dalam rangka mendukung program migrasi elpiji bersubsidi 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg non subsidi, Pemkab Sragen melalui ASN akan mulai beralih dari elpiji bersubsidi ke non subsidi untuk membantu program pembangunan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam sambutannya pada acara Sinergi PT. Pertamina (Persero) dan Pemkab Sragen dalam Penggunaan LPG Bright Gas 5,5 Kg bagi ASN, di Gor Diponegoro Sragen, pagi tadi, Jumat (27/04)

Program kerja sama ini bertujuan agar ASN menjadi role model bagi masyarakat menengah ke atas baik dari sektor rumah tangga maupun usaha untuk beralih dari LPG 3 kg subsidi ke produk Bright Gas 5,5 kg.

Dalam sambutannya Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup Dedy Endriyatno,S.E menegaskan untuk seluruh ASN agar berpindah menggunakan bright gas. “Semua ASN Kab Sragen wajib menggunakan Bright Gas 5,5 Kg. Jangan ada yang menggunakan gas ukuran 3 Kg lagi,” tegas Bupati.

“Karena elpiji 3 kg itu jatah warga yang kurang mampu yang disubsidi pemerintah. LPG ukuran 3 kg merupakan hak warga negara kurang mampu sehingga para ASN atau PNS lainnya harus turut mensukseskan program tersebut agar LPG ukuran 3 kg tepat guna dan tepat sasaran. Jadi, semua ASN di Pemkab Sragen wajib mensukseskan program pemerintah ini,” imbuhnya.

Menurut Bupati, masyarakat ekonomi kelas menengah dan pelaku usaha harus sadar bahwa gas ukuran tiga kilogram sebenarnya dikhususkan untuk masyarakat miskin, “Pemkab Sragen mendukung program penggunaan gas ukuran 5,5 Kg yang tidak disubsidi pemerintah ini,” terangnya.

Dengan menukar 2 tabung gas LPG 3 kg ditambah uang senilai Rp. 10.000,- para ASN bisa membawa pulang 1 tabung bright gas 5,5 kg.

Pro­duk elpiji baru Bright Gas 5,5 kg ini juga khusus dilaunching untuk kalangan ASN agar tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi (elpiji tabung 3 kg) tapi segera beralih ke Bright Gas 5,5 kg dengan kemasan yang lebih praktis dan cantik. (Humas)