TINGKATKAN KUALITAS KELUARGA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SEMANGAT KARTINI

Sragen – Perjuangan kaum perempuan telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki – laki, keduanya merupakan sumber daya manusia yang potensial dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

Pesan tersebut diungkapkan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara gabungan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah se-Kabupaten Sragen dalam rangka peringatan Hari Kartini ke-139 tahun, di halaman Setda Kantor Dinas Bupati Sragen, pagi tadi, Jumat (20/4).

Sebelumnya amanat, kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan riwayat R.A Kartini saat memperjuangkan hak wanita semasa hidupnya. Tujuannya, agar seluruh peserta upacara dapat khitmat menyerap perjuangan Kartini hingga melanjutkan perjuangannya.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa perempuan dan laki – laki memiliki kedudukan yang setara dalam mencapai tujuan pembangunan seperti pembangunan seperti bidang ekonomi, sosial politik hukum, “Perempuan dan laki – laki mempunyai akses serta peluang yang sama sebagai sumber daya pembangunan,” terangnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah telah berupaya dengan berbagai macam strategi untuk melaksanakan pembangunan yang bermanfaat bagi semua pihak tanpa diskriminasi, melalui akses partisipasi, kontrol dan manfaat yang berimbang antara laki – laki dan perempuan guna mewujudkan kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG).

“Namun demikian masih tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak, masih adanya buta huruf perempuan, dan adanya kemiskinan bagi perempuan, untuk itu perlu perhatian yang fokus untuk mewujudkan pembangunan yang dapat memberi manfaat yang setara antara laki – laki dan perempuan,” jelasnya.

Bupati melanjutkan bahwa belum optimalnya pemenuhan dan perlindungan hak anak, sehingga masih perlu menyusun strategi pembangunan yang berpihak kepada hak anak dan perempuan, “Dengan upaya menyamakan komitmen antara perangkat daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat dapat bersinergi membangunan komitmen dengan seluruh instansi vertikal demi mewujudkan Kabupaten Layak Anak,”

“Karena apabila hal ini tidak kita lakukan secara komprehensif, maka akan timbul adanya kekerasan perempuan dan anak,” imbuhnya.

Bupati berharap, peringatan hari Kartini yang bertema “Dengan Semangat Kartini kita Tingkatkan Kualitas Keluarga dalam Menguatkan Pendidikan Karakter Penerus Bangsa” tersebut secara komprehensip kita bersama – sama antara perangkat daerah, dunia usaha, Organisasi Masyarakat, Organisasi Wanita.

“Untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang diawali sejak dalam lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan, kesehatan agar menjadi anak yang berkualitas dan berakhlak mulia yang pada akhirnya dapat mewujudkan Kabupaten Sragen menjadi Kabupaten Layak Anak” jelasnya.

Usai amanat yang disampaikan oleh Bupati, dilanjutkan dengan persembahan lagu “Ibu Kita Kartini”, kemudian “Jangkrik Genggong” dan diakhiri dengan persembahan parikan – parikan jawa ceria oleh paduan suara Kec. Karangmalang.

Sesuai dengan tema Hari Kartini kali ini, dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama Pelayanan Terpadu Penanganan Koban Kekerasan Perempuan dan Anak antara Pengadilan Negeri Sragen, Kejaksaan Negeri Sragen, Kepolisisan Resort Sragen dan Dinas P2KBP3A serta disaksikan langsung oleh Bupati Sragen, Wakil Bupati Sragen, Dandim 0725, Subdenpom, Pengadilan Agama, dan Ketua P2TP2A Kab Sragen.

Acara tersebut diakhiri dengan pelepasan 15 burung merpati sebagai wujud menuju Kab. Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). (Humas)