PERKUAT HUBUNGAN ANTAR PEMIMPIN MELALUI ISRO’ MI’ROJ

Sragen – Dalam rangka memperingati Hari Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW bagi kaum muslim dan sebagai wujud cinta kasih kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Pemkab Sragen melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kab Sragen menyelenggarakan Pengajian Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW tahun 2018 yang berlangsung di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, tadi malam, Rabu (18/04)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno beserta Istri Ny. Retna Susanti, Sekda Sragen Drs. Tatag Prabawanto, Pejabat DPRD dan OPD, ASN, Perwakilan TNI POLRI Kab Sragen, Camat dan Kepala Sekolah se-Kab Sragen, beberapa Kepala Desa hingga tokoh masyarakat yang ada di Kab Sragen.

Acara yang dibuka dengan bacaan ayat – ayat suci Al – Quran oleh Hj. Khomeisah,A,Ma juga diisi dengan tauziah oleh Drs. K.H. Samsudin Asrofi,M.Hum dari Klaten.

Dalam sambutannya, Bupati Sragen menyampaikan terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah hadir dalam pengajian tersebut, dan berharap acara siraman rohani ini benar-benar bisa membawa pencerahan kedepannya, “Saya berharap dengan adanya pengajian ini, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi”, tutur Bupati.

Selain itu, Bupati mengingatkan agar tetap menjaga kondusifitas dalam menjelang Pesta Demokrasi “Saya mohon agar turut menjaga kondusifitas ini hingga Sragen dengan slogan Guyub Rukun tetap terpelihara,” imbuhnya.

Dalam ceramahnya Ustadz Drs. K.H. Samsudin Asrofi,M.Hum menyampaikan mengenai hubungan antar pemimpin seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW melalui Isro’ Mi’roj, “Selintas saya pahami betapa hubungan antar pemimpin umat sepanjang sejarah saling memperkuat, menghormati, saling memberi kesempatan, saling berkomunikasi, tidak saling melemahkan dan mencela”

“Semoga perilaku – perilaku tersebut dapat dilakukan oleh para hadirin disini agar tercipta kenteraman, kebersamaan dan potensi yang bagus di kabupaten Sragen” imbuhnya.

Selain itu, Ustadz Drs. K.H. Samsudin Asrofi,M.Hum menyampaikan bahwa sebagai senior maupun junior harus saling menghormati dan memberikan support seperti yang dicontohkan para Nabi, “Cermin yang muda menghormati senior, seperti Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa semua itu senior dan Nabi Muhammad SAW meskipun junior tapi beliau selalu menghormati senior begitu juga sebaliknya yang senior memberikan empati dan dukungan kepada junior.”

Ustadz Drs. K.H. Samsudin Asrofi,M.Hum berpesan bahwa hidup sekali didunia harus bermanfaat, “Itulah pernak – pernik nikmat Isro’ Mi’roj yang saya sampaikan, jangan sampai hidup sekali matinya keliru, eman – eman. Jadi hidup sekali harus melakukan kebaikan, hidup sekali harus peduli terhadap sesama, hidup sekali harus meninggalkan kesan yang mulia, supaya saat meninggal dunia dalam keadaan Khusnul Khotimah.” (Humas)