TKD DI DESA KEDUNGWADUK, 120 BIDANG TANAH TAHUN 2018 AGAR SUDAH BERSERTIPIKAT

Sragen – Puncak acara Tilik Kembang Desa (TKD) yang dilakukan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan rombongan diselenggarakan di Balai Desa Kedungwaduk, Kamis (8/3/2018).

Dalam kesempatan tersebut bupati menyaksikan penyerahan serta menyerahkan secara simbolis sertipikat tanah, serta berbagai bantuan baik RTLH, Paket Sembako maupun bantuan lainnya kepada warga Desa Kedungwaduk dari Badan Pertanahan Nasional Sragen.

Setelah pembagian sertipikat, Kepala kantor BPN Sragen Agus Purnomo menyampaikan sudah beberapa kali dilakukan pembagian sertipikat. Di Sragen sendiri ada 21.400 sertipikat yang dibagikan. Proses pembagian akan terus berjalan. ”yang penting yang sudah dapat Sertipikat segera beri batas yang jelas. Kalau dipersulit saat lapor di BPN, langsung lapor saya,” tuturnya.

Dia menyampaikan sertipikat merupakan tanda bukti hak dan kepastian hukum. Dia mengatakan urus sertipikat sendiri dan jangan diserahkan ke orang. ”Tahun 2023 Presiden minta agar semua tanah terukur, jadi bikin tanda batas yang jelas,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan pada warga yang telah menerima sertipikat untuk mengecek kembali. Jika ada kesalahan untuk dibenahi. ”Jadi nanti dikumpulkan lagi ke pak Lurah untuk mendapatkan stempel yang belum dapat stempel,” ujarnya bagi warga yang belum mendapat cap dari BPN Sragen.

Bupati menyampaikan sisa tanah yang belum disertipikatkan sekitar 120 bidang. Dia meminta kepala BPN pada 2018 ini agar segera disertipikatkan. Dia menyampaikan gara-gara sertipikat ini kepala desa menjadi tidak nyaman bekerja.

Dia menyampaikan pemerintah bekerja semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat. Dengan sertipikat tanah tersebut, artinya sudah punya kepastian hukum. Jika sertipikat dimasukkan ke Bank, Bupati mempersilahkan. Hanya saja sertipikat tersebut untuk modal usaha guna perbaikan ekonomi. ”Intinya buat mendongkrak ekonomi, itu sertipikat panjenengan semua,” tegasnya.

Bupati menyampaikan saat ini menjelang Pemilihan Gubernur (pilgub). Dia berharap agar tidak sampai ada konflik di Pilgub nanti. Saling menghormati dalam pilihan masing-masing. ”Silahkan pilih siapa saja, asal membawa kebaikan bagi Kabupaten Sragen,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan terkait Pileg, dan Pilpres pada 2019 nanti. Pada tahun tersebut juga ada Pilkades termasuk Desa Kedungwaduk. ”Jangan sampai geseh siji lan sijine, kudu guyub rukun,” harap Bupati.

Selain itu, Bupati menyampaikan pada warga Kedungwaduk agar bersabar terkait masalah jalan yang rusak. Pihaknya meminta Kepala DPUPR untuk mencatat dan dianggarkan pada tahun berikutnya. Bupati juga minta dukungan warga untuk nyengkuyung program pemerintah.

Sedangkan Wakil Bupati Dedy Endriyatno dalam sambutannya menyampaikan bahwa penderita HIV Aids menempati urutan ke 2 di Jawa Tengah dan juara satu di Solo Raya. Dengan tekonologi saat ini angka penderita bisa semakin cepat. Salah satunya langkah yang dilakukan yakni dengan operasi pekat di Kawasan Gunung Kemukus. ”Kemarin kerjasama dengan TNI/Polri berhasil membawa hasil, Pekerja Seks disana usianya 19-24 tahun, dibina 14 orang termasuk laki-laki yang terciduk juga dibina,” terangnya.

Dia menyampaikan di Kemukus ada 13 orang yang positif berdasarkan pemeriksaan terakhir. Di Nglangon dari 93 orang yang diperiksa 9 diantaranya positif aids. ”Ternyata PSK satu orang alam sehari bisa melayani 8-18 orang, kalau begitu cepat sekali penularannya,” ujarnya.

Di akhir kunjungan bupati melihat potensi ekonomi desa sekitar lewat memantau UMKM yang ada. Dengan UMKM yang dimiliki pihaknya cukup yakin Desa Kedungwaduk bisa lebih giat untuk menggali potensi dan pemberdayaann masyarakat. Dengan potensi Konveksi, anyaman tas dan industri kain kasur, tentu akan dapat bersaing. (Humas)