KITA PERLU INTROSPEKSI DIRI UNTUK KESEIMBANGAN URUSAN DUNIA DAN AKHIRAT

Sragen – Dalam upaya meningkatkan mental spiritual bagi ASN Kabupaten Sragen, secara rutin kembali setiap bulan diselenggarakan pengajian, kali ini dilaksanakan di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (27/2/2018)

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah dan ratusan ASN Kabupaten Sragen, dengan menghadirkan dr. H. Agus Budiarto dari gemolong, Sragen.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sragen dalam sambutannya mengatakan, “kegiatan ini merupakan cara untuk muhasabah diri kita, jangan-jangan kita melupakan urusan akhirat, yaitu tidak berimbangnya antara spiritual dan duniawi”

Wakil Bupati menjelaskan, kita muhasabah/instrospeksi untuk membangun masyarakat yang dimulai dari kita sendiri, keluarga dan masyarakat.

“kita mulai memperbaiki diri kita sendiri, berikutnya membangun keluarga yang bernuasa spiritual, setelah kita mampu membangun keluarga yang baik, selanjutnya membangun masyarakat kita, lewat menjalankan tugas, fungsi kita masing-masing sebagai ASN”, terang Wakil Bupati.

Selanjutnya Wakil Bupati katakan, semakin hari tantangan untuk menhadapi remaja semakin kompleksitasnya semakin luar biasa.

“Kita dikatakan berhasil, jika kita bisa wujudkan generasi yang lebih baik daripada generasi kita saat ini”, jelasnya

Wakil Bupati juga menghimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. ” perlu kesadaran terhadap lingkungan kita masing-masing, dan kita mengawasinya untuk mencegah dari kenakalan remaja”, ujar Wakil Bupati.

“Dengan kesadaran lingkungan, kita pastikan bebas dari Narkoba, bebas dari Miras, bebas dari kenalan remaja dan hal-hal yang meresahkan masyarakat, maka itulah dibutuhkan kontribusi kita ditengah-tengah masyarakat”, pungkasnya

Sementara itu dr. Agus Budiarto dalam tausiyahnya menyampaikan, tentang makna bersyukur dan cara mengimplementasikan rasa syukur atas nikmat Allah yang kita terima.

“Nikmat tidak harus dinilai dengan rejeki, itu hanya sebagian kecil nikmat yang kita terima, misalnya kita diberi nikmat bernafas, nikmat terbit dan tenggelamnya matahari”, ungkap dr. Agus

Menyatakan rasa syukur adalah yang nomor satu, jangan melihat yang diatasnya teapi yang dibawahnya yaitu dengan cara mensyukuri nikmat Allah apa yang kita miliki, terungkapnya ras syukur dengan kata Alhamdulillah, dan menggunakan nikmat dengan sebaik-baiknya, terangya (Humas)