BUPATI : JADI KALAU NANTI ADA PUSKESMAS YANG TIDAK LULUS AKREDITASI TITENONO

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melantik pejabat fungsional sebanyak 115 orang, di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu ( 28 /2/2018).

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Asisten III Sekda dan Kepala OPD serta Camat se Kabupaten Sragen tersebut, diawali dengan pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan terhadap 115 orang yang terdiri dari Pejabat Fungsional Kepala UPTD Puskesmas sebanyak 25 orang, pejabat fungsional penyesuaian/inpassing sebanyak 43 orang dan pejabat fungsional pengangkatan pertama sebanyak 47 orang.

Usai menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan oleh Asisten III Sekdadan Kepala BKPP Kab. Sragen, Bupati memberikan pengarahan dan pembinaan kepada pejabat fungsional yang baru saja dilantik.

Bupati berharap, bagi yang dilantik hari ini semoga bisa terpatri didalam dadanya untuk bisa bekerja sepenuh hati, mengabdi untuk bangsa dan negara khususnya di Kabupaten Sragen.

Bupati merasa selama menjabat hampir 2 tahun ini baru kali ini melantik pejabat fungsional, ternyata ada aturan dan regulasi yang selalu berubah-rubah. “ baru kali ini saya melantik jabatan fungsional tertentu”, ujar Bupati.

Kepala UPTD Puskesmas berasal dari pejabat fungsional tenaga kesehatan yang diberi tugas tambahan.

“Inilah rumitnya, kita mempunyai ASN yang tidak lebih dari 12.000 orang, mengatur itu suatu hal yang tidak mudah, barangkali ada suatu kebijakan yang kurang pas yang dilaksanakan oleh Bupati, pasti ada pertimbangan yang melatarbelakangi dalam setiap pengambilan keputusan”, terangnya.

“Setiap pemimpin yang membuat kebijakan/keputusan tentu ada evaluasi, bagi yang berkepentingan untuk bisa memberikan pemahaman dan bisa menerima, apabila akan dilaksanakan evaluasi berdasarkan masukan dan saran yang obyektif”, jelasnya

Bupati berpesan, kepada Kepala UPTD Puskesmas yang berasal dari Dokter dan Dokter Gigi karena tunjangan yang naik, agar berusaha untuk lulus akreditasi. “Jadi kalau nanti ada puskesmas yang tidak lulus akreditasi titenono”, tegas Bupati. (Humas)