CUKUP MELALUI HP, PETANI LEBIH SEJAHTERA

Sragen – Dalam Rangka meningkatkan kesejahteraan petani, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno bersama Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP, me-launching aplikasi e-commerce “Eragano” dan diikuti dengan pengiriman hasil panen berupa 2,5 ton jagung ke Banyuwangi, Jawa Timur. Launching dan panen raya jagung tersebut bertempat di Desa Bayanan, Sambirejo, siang tadi, Jumat (23/02)
Aplikasi e-commerce “Eragano” merupakan hasil kerja sama Pemprov Jateng dengan pengelola aplikasi sistem perdagangan elektronik untuk beberapa kelompok tani yang sudah punya modal awal dan kemudian langsung ditautkan ke aplikasi tersebut. Dengan Teknologi dari PT. Eragano Agritech Indonesia, petani maupun konsumen memperoleh transparansi harga komoditas dan kondisi lahan pertanian karena adanya geo-tagging.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan bahwa Kab. Sragen sebagai lumbung pangan ke-2 se-Jawa Tengah akan meningkatkan kemajuan para petani di era modernisasi dengan menggandeng teknologi melalui Eragano.
“Teknologi semakin maju, kita lihat saat ini banyak pemasaran secara online oleh karena itu agar para petani tidak terlindas oleh era digitalisasi ini, kita gandheng petani agar masuk kedalam market online sehingga bisa menguntungkan para petani. Hanya dengan 1 HP (handphone), selain bisa memasarkan, kita juga bisa membeli hasil panen di petani,”Ujar Wakil Bupati.
Sekda Prov. Jawa Tengah, Dr Ir Sri Puryono KS MP juga menyambut baik kerjasama Pemprov Jateng dengan PT Eragano Agrotech Indonesia. Dan juga berharap, aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua petani karena harga jual komoditas pertanian pun lebih menguntungkan bagi petani.
“Kita lihat bahwa kerja sama dengan Eragano punya prospek yang bagus. Mulai dari permodalan sampai pemasaran itu petani diberikan pendampingan dan jaminan. Sehingga ada kepastian harga, kepastian pasar, dan kepastian saprodi untuk petani. Seperti harga jagung di pasaran itu Rp 2.900,- (per kilogram), lalu dia beli Rp 3.350,- (per kilogram) karena pemerintah ingin betul petani sejahtera,” Ujar Sekda Provinsi Jawa tengah.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan menyampaikan bahwa kehadiran inovasi teknologi di bidang pertanian dapat membantu petani meningkatkan kualitas hasil panennya. (Humas)