DESA HARUS MENGEMBANGKAN POTENSI MENJADI DESA WISATA

Sragen – Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan rangkaian Tilik Kembang Desa (TKD) didampingi oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Sekda Sragen dan para kepada dinas terkait, Kamis (22/2/2018)
Pada saat bertemu dengan warga Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Balai Desa Pilangsari, Gesi, menyampaikan Desa Pilangsari memiliki potensi yang luar biasa. Dia menyampaikan Embung Ngrawoh merupakan potensi yang tidak boleh dipandang sebelah mata. ”Ada perbedaan dengan desa yang lain, ada embung, kalau dikelola dengan baik bisa jadi kawasan wisata, dekat dengan taman doa Ngrawoh,” ujarnya.
Dia menyampaikan yang datang ke Taman Doa Ngrawoh yang hadir tidak hanya orang Sragen. Tapi dari kota-kota besar di Indonesia. Selain itu rumah kawasan sekitar bisa dikelola dengan homstay. ”Orang berdoa perlu lebih dari sejam atau dua jam, bisa menginap di warga,” ungkap Bupati.
Bupati juga minta desa tanggap dengan potensi. Kuliner desa seperti Gablog dan nasi jagung juga punya nilai jual. Hal ini bisa mengangkat ekonomi dan pendapatan warga sekitar. ”ayo didandani bareng-bareng embunge, kita bantu, taman doanya, rumah-rumahnya ditata, supaya desa Pilangsari tambah maju,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan soal jalan, pemkab sudah menggelontorkan untuk tahun 2017 jalan Sapen – Gesi Rp 8 miliar, Gesi-Poleng Rp 3 miliar, Jatitengah – Cenglik Rp 4 Miliar dan Gesi – Tangen Rp 6 Miliar. ”Sudah cukup? Pada tahun 2018 ini di Kecamatan Gesi, akan dibangun jembatan Tanggan Rp 1,6 Miliar, jalan Gesi-Srawo Rp 2 Miliar, Sama Srawo 4 Miliar sama jatitengah pilangsari, berarti iki mengko rampung, Insyaallah ini nanti kita perbaiki,” ujarnya.
Bupati meminta Warga Desa Pilangsari tidak BAB sembarangan. Saat ini tinggal 85 KK untuk segera memiliki jamban.
Sementara itu Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyampaikan agar Gesi dan sekitarnya untuk waspada dengan peredaran miras dan narkoba. Pasalnya masalah narkoba sudah sangat menghawatirkan. Selain itu Dedy juga mengingatkan perihal anak-anak jaman sekarang yang kurang tata krama.
”Kalau orang tua kerja di luar kota, anak sama mbahnya. kadang mbahnya ggak tega sama cucunya, terus pergaulannya terlalu bebas, soalnya kita kurang meningatkan kesadaran di lingkungan masing-masing,” ujarnya. (Humas)