SEBAGAI ASN HARUS PUNYA KOMITMEN, TIDAK HANYA BENTUK KETERTARIKAN TERHADAP SESUATU

Sragen – Sebanyak 150 CPNS Non Honorer Pengangkatan Khusus di Kabupaten Sragen mengikuti Diklat Prajabatan yang diselenggarakan selama 20 hari, yang terbagi dalam 2 gelombang, yaitu gelombang I yang dilaksanakan 1- 9 Pebruari 2018 dan diikuti 75 peserta, sedangkan gelombang II yang dilaksanakan 12 – 21 Pebruari 2018 dan diikuti 75 peserta.
Penutupan Diklat Prajabatan dilaksanakan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar untung Yuni Sukowati di Gedung Diklat Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab. Sragen, Seluruh peserta dinyatakan lulus 100%, Rabu ( 21/2/2018)
Bupati merasa puas atas kelulusan para peserta diklat prajabatan tersebut. “Sebagai Bupati Sragen tentu saja menyambut baik dan mengucapkan rasa syukur atas ketekunan peserta diklat selama ini sehingga menghasilkan hasil tes lulus 100%”
Bupati juga berharap kepada peserta diklat dengan kelulusan ini dan janji yang telah ucapkan bisa dipenuhi dan dilaksana dengan sebaik-baiknya.
“Sebagai CPNS Kabupaten Sragen harus mengerti makna loyalitas bukan hanya ketertarikan suatu pekerjaan. Bagaimana loyalitas tersebut dapat membentuk komitmen seseorang terhadap sesuatu yaitu terhadap orang lain maupun organiasasi hal tersebut yang disebut kesetiaan”, ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh peserta Diklat mengandung 2 poin.
” pertama bersedia menempati poliklinik kesehatan desa atau domisili di desa di Puskesmas tempat ditugaskan sesuai dengan SK CPNS serta melaksanakan pelayanan di desa selama 24 jam dan kedua bersedia tidak mengajukan pindah dari poliklinik kesehatan desa atau desa lain sesuai SK penempatan saya selama 5 tahun dengan alasan apapun,” terang Bupati
“Kemarin Saya mendapatkan pengaduan dari masyarakat di sebuah desa, dengan mengatakan bahwa kami tidak punya bidan desa, kalau ada masyarakat yang berani lapor berarti sudah keterlaluan”, lanjut Bupati.
Bupati tegaskan, “Bahwa panjenengan punya tanggung jawab, saya akan persuasif dan memberikan kesempatan kepada yang belum mapan agar segera mapan, tapi bila nanti saya sudah minta datanya kepada DKK ada yang tidak sesuai. Maka saya tidak segan-segan, karena saya punya kewenangan sebagai pejabat Pembina kepegawaian.”
Bupati juga meminta kepada peserta diklat setelah selesai mengikuti Diklat Prajabatan agar memperhatikan dan jadi pemahaman untuk semua yang ada, bahkan yang kemarin ikut di gelombang yang pertama agar segera menyesuaikan diri dilingkungan pekerjaan masing-masing. (Humas)